9 Hewan Paling Banyak Membunuh Manusia, Awas! Banyak Dijumpai di RI

1 hour ago 1

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

11 May 2026 17:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika membahas hewan paling mematikan di dunia, banyak orang langsung membayangkan hewan buas seperti hiu, singa, atau serigala. Padahal faktanya jauh berbeda, hewan yang paling banyak menyebabkan kematian manusia justru berukuran kecil.

Data terbaru dari Our World in Data menunjukkan nyamuk menyebabkan sekitar 760 ribu kematian manusia setiap tahun. Mayoritas kematian ini disebabkan oleh penyebaran penyakit menular seperti malaria, demam berdarah dengue, hingga yellow fever.

Nyamuk Jadi "Pembunuh Nomor Satu" di Dunia

Nyamuk menempati posisi pertama sebagai hewan paling mematikan bagi manusia. Penyakit malaria menjadi penyumbang terbesar angka kematian tersebut.

Menurut World Health Organization (WHO), malaria menyebabkan sekitar 600 ribu kematian pada 2022, dengan kasus terbanyak terjadi di negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Republik Demokratik Kongo.

Yang menarik, manusia sendiri berada di posisi kedua dengan sekitar 600 ribu kematian per tahun akibat pembunuhan. Secara sains, manusia memang dikategorikan sebagai hewan, sehingga manusia masuk ke dalam daftar tersebut.

Setelah itu, ular berada di peringkat ketiga dengan estimasi 100 ribu kematian tahunan akibat gigitan berbisa dari spesies seperti king cobra hingga tiger snake Australia.

Hewan Kecil, Dampak Mematikan

Daftar hewan paling mematikan dunia justru didominasi organisme kecil pembawa penyakit. Anjing misalnya, dikaitkan dengan sekitar 40 ribu kematian setiap tahun akibat rabies-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi.

Selain itu, siput air tawar menyebabkan sekitar 14 ribu kematian per tahun melalui penyebaran schistosomiasis. Ada pula kissing bugs yang menyebarkan penyakit Chagas serta sandflies yang membawa leishmaniasis.

Mayoritas penyakit tersebut banyak ditemukan di negara berkembang atau wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Kurangnya vaksin, obat-obatan, hingga pengendalian vektor membuat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah tetap menjadi ancaman serius.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |