Ada di dalam BoP, Mampukah RI Menekan AS Berpihak kepada Kemerdekaan Palestina?

3 weeks ago 5

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban (kiri) saat upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berjanji kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa Indonesia akan menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) jika bertentangan dengan prinsip Indonesia dan perjuangan kemerdekaan Palestina. Pertanyaannya, mampukah Indonesia menekan Amerika Serikat (AS) agar berpihak kepada kemerdekaan Palestina?

Pakar Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi mengatakan, janji Presiden Prabowo bisa menjadi komitmen yang dipegang oleh publik di Indonesia berkaitan dengan jaminan sejauh mana keberadaan Indonesia di BoP membawa manfaat bagi Palestina.

"Tentu tuntutannya adalah Presiden Prabowo bisa menjaga amanah konstitusi melalui BoP, memastikan pendudukan oleh Israel bisa diakhiri dan kemerdekaan Palestina bisa terealisasi menjadi negara yang berdaulat," kata Yon kepada Republika, Rabu (4/2/2026)

Yon mengungkapkan, pertanyaannya adalah Indonesia melalui Presiden Prabowo bisa merealisasikan cita-citanya di BoP atau tidak. Dapatkah Presiden Prabowo menekan AS agar dapat memberikan kemerdekaan bagi rakyat Palestina?

Yon menegaskan, dukungan publik di Indonesia itu menjadi penting. Saat masyarakat di Indonesia mendukung upaya Presiden Prabowo yang berjanji untuk bisa membawa aspirasi melalui BoP, maka ini menjadi semacam semangat baru bagi Presiden Prabowo untuk merealisasikannya. Presiden Prabowo pun dinilai semakin percaya diri membawa misi itu dan tidak akan berubah.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |