REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi hampir 5 persen sepanjang 2026. Pasar modal Indonesia mengalami fluktuasi yang tinggi di tengah dinamika global maupun domestik.
“Pada Februari 2026, tekanan di pasar saham domestik terpantau mereda. IHSG pada akhir Februari 2026 ditutup di level 8.225,49 pada 27 Februari 2026. Ini terkoreksi sebesar 1,13 persen secara month to date (mtd) atau 4,76 persen secara year to date (ytd),” kata Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Februari 2026 di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Hasan menerangkan, dari sisi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH), perdagangan saham pada Februari 2026 tercatat cukup tinggi, yaitu sebesar Rp 25,62 triliun. Ia menyebut capaian tersebut konsisten berada di atas Rp 25 triliun sejak Agustus 2025.
“Sementara itu, investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 0,36 triliun. Ini berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang masih mencatatkan net sell sebesar Rp 9,88 triliun,” ungkapnya.
Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI per 27 Februari 2026 ditutup di level 442,12 atau terapresiasi sebesar 0,45 persen (mtd) dan 0,29 persen (ytd). Adapun investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) membukukan net sell sebesar Rp 3,35 triliun (mtd) dan Rp 3,25 triliun (ytd).
Hasan melanjutkan, di tengah dinamika pasar, industri pengelolaan investasi masih melanjutkan kinerja positif. Nilai asset under management (AUM) mencapai Rp 1.115,71 triliun per 26 Februari 2026 atau meningkat sebesar 1,11 persen (mtd) dan 7 persen (ytd). Adapun nilai aktiva bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 726,26 triliun.
“Sehubungan dengan volatilitas pasar di awal Maret 2026 yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, OJK tentu terus memantau pergerakan pasar serta melakukan koordinasi dengan SRO (self regulatory organization) Indonesia, KSEI, dan KPEI, serta para pelaku di industri pasar modal dalam mengambil langkah kebijakan yang diperlukan,” jelasnya.

2 hours ago
2

















































