Ilustrasi .(Antara)
KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menurunkan tim gabungan untuk mempercepat pengungkapan kasus kematian tragis seorang satpam bernama Sumarna, 40, di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Langkah ini diambil untuk mendukung penuh penyidikan yang tengah berjalan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menegaskan bahwa penyidik saat ini terus mendalami kasus tersebut melalui serangkaian investigasi mendalam serta pemeriksaan intensif terhadap sejumlah temuan barang bukti di lapangan.
"Ini tentunya akan menjadi evaluasi kita, tapi kita akan menurunkan tim gabungan untuk mem-backup Polres Purwakarta agar mudah-mudahan ini cepat terungkap. Mohon doa restunya," kata Pipit dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat (31/7).
GELAR PERKARA INVESTIGASI AWAL
Menurut Pipit, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar telah diperintahkan untuk segera melakukan gelar perkara berdasarkan hasil investigasi sementara yang diperoleh dari olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Ya, di Purwakarta ini sedang dalam proses. Kita perintahkan jajaran kami, ini ada Pak Direskrimum juga, para penyidiknya sudah dipanggil untuk dilakukan gelar hasil-hasil investigasi sementara mulai dari olah TKP," kata Pipit.
Ia menjelaskan bahwa hasil dari gelar perkara tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi krusial bagi penyidik guna menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan dalam proses penyelidikan.
DUGAAN LUKA KORBAN
Guna menjaga kondusivitas, Pipit mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini.
Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya simpang siur dan kesalahpahaman di tengah publik.
Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang dan kepercayaan kepada tim penyidik agar dapat bekerja secara profesional dalam menguak penyebab pasti kematian korban.
"Biarkan tim kami turun ke lapangan untuk mengungkap dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Terkait indikasi luka pada tubuh korban, Kapolda mengungkapkan bahwa penyidik masih mendalami temuan tersebut.
Kendati demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga telah meninggal dunia sebelum jasadnya berada di perairan waduk.
"Ya, diduga ada luka karena benturan benda keras, atau meninggal sebelum dibuang ke dalam air ini," tandas Pipit. (Ant/P-2)
















































