AFC hingga Concacaf Merespons Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

2 weeks ago 3
AFC hingga Concacaf Merespons Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Trofi Piala Dunia.(AFP )

GELOMBANG respons dari konfederasi sepak bola dunia mulai bermunculan menyusul rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) selaku perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial berbagai turnamen termasuk Piala Dunia.

Dari seluruh konfederasi, UEFA tampil sebagai pihak yang paling keras menentang proposal tersebut. Sementara itu, AFC, CAF, dan Concacaf memilih meminta proses yang lebih terbuka sebelum keputusan diambil.

FFE merupakan entitas baru yang dirancang FIFA untuk mengelola aspek komersial kompetisi-kompetisinya dengan membuka peluang masuknya investor swasta. FIFA menegaskan tetap akan memegang kendali mayoritas tetapi skema itu memicu kekhawatiran terkait tata kelola, transparansi, hingga potensi komersialisasi berlebihan terhadap sepak bola.

AFC Kecewa tak Diajak Berdiskusi

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil sikap lebih moderat, tetapi tetap menyampaikan kekecewaan karena tidak dilibatkan sebelum proposal diumumkan ke publik. AFC menilai rencana sebesar ini seharusnya dibahas lebih dahulu melalui mekanisme tata kelola yang berlaku.

"AFC tidak diajak berkonsultasi mengenai proposal ini dan kecewa karena persoalan yang sangat penting justru lebih dahulu diketahui publik sebelum keluarga besar AFC memperoleh kesempatan untuk mempelajari dan mendiskusikannya melalui jalur tata kelola yang semestinya," demikian pernyataan resmi AFC.

AFC mengakui pentingnya mencari pendekatan baru demi memperkuat masa depan sepak bola global. Namun, konfederasi Asia menyatakan setiap kebijakan strategis harus berlandaskan tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna.

"Semua pemangku kepentingan harus memperoleh informasi yang memadai serta waktu yang cukup untuk menilai proposal ini secara menyeluruh, termasuk implikasi tata kelola, hukum, komersial, dan strategisnya," tulis AFC.

CAF Pilih Jalur Konsultasi

Konfederasi Afrika (CAF) mengambil pendekatan lebih hati-hati. Presiden CAF Patrice Motsepe mengumumkan rapat darurat Komite Eksekutif akan digelar pekan depan untuk membahas proposal FIFA tersebut.

CAF juga meminta seluruh federasi anggotanya mempelajari dokumen yang telah dikirim FIFA dan ikut berpartisipasi dalam proses konsultasi. Di saat yang sama, CAF menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja sama dengan FIFA dan seluruh pemangku kepentingan internasional demi memastikan pengembangan sepak bola Afrika memperoleh dukungan pendanaan yang memadai.

Concacaf Soroti Proses

Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) juga menyoroti cara FIFA memperkenalkan proposal tersebut. Menurut Concacaf, mereka baru mengetahui rencana itu dari pemberitaan media sebelum menerima keterangan resmi FIFA.

Concacaf menyatakan kekecewaannya karena rincian proposal dipublikasikan sebelum dibahas bersama badan tata kelola maupun para pemangku kepentingan sepak bola. Meski menyampaikan pendapatnya, Concacaf tidak menyatakan penolakan langsung terhadap proposal tersebut.

"Sebagai pemimpin sepak bola, kami adalah penjaga olahraga ini. Setiap keputusan harus dipandu oleh tata kelola yang baik, proses yang kuat, dan tanggung jawab jangka panjang," tegas Concacaf.

UEFA: Piala Dunia Bukan untuk Dijual

Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) menjadi pihak yang paling vokal dan langsung menolak gagasan tersebut. UEFA menilai FIFA telah melewati batas dengan menggulirkan proposal tanpa pembahasan terlebih dahulu bersama para pemangku kepentingan. Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan Piala Dunia bukan untuk diperdagangkan.

Penolakan itu bahkan berpotensi berlanjut ke langkah yang lebih ekstrem. UEFA dijadwalkan menggelar pertemuan darurat bersama 55 federasi anggotanya untuk membahas respons lanjutan, termasuk kemungkinan mengangkat opsi boikot terhadap kompetisi FIFA. Langkah serupa pernah digunakan UEFA pada 2021 ketika menentang usulan penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun sekali. (Dhk/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |