Air laut surut setelah gempa M7,7 mengguncang Mbay, NTT. Warga pesisir panik dan mengungsi, sementara Pelabuhan Lorens Say dilaporkan rusak.(media sosial)
AIR laut tiba-tiba surut setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari.
Kejadian tersebut memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah pesisir yang berlarian menjauh dari pantai untuk menyelamatkan diri.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama mengatakan peringatan dini tsunami masih berlaku. "Sekarang masih peringatan dini tiga," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah video yang diterima Media Indonesia memperlihatkan warga berusaha meninggalkan kawasan pesisir setelah air laut terlihat surut.
Kepanikan juga terjadi di kawasan pelabuhan ketika warga yang hendak bepergian dengan kapal memilih berlari menjauh dari area pantai.
Di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, warga yang hendak menaiki KM Bukit Siguntang terlihat berhamburan menyelamatkan diri setelah merasakan guncangan dan mengetahui adanya peringatan tsunami.
Dalam situasi panik tersebut, sejumlah penumpang yang hendak naik ke KM Bukit Siguntang terjatuh ke laut.
Sementara itu, ruang tunggu pelabuhan dilaporkan mengalami kerusakan berat dan beberapa bagian bangunan roboh. Peristiwa tersebut juga menyebabkan warga yang berada di area pelabuhan berhamburan mencari tempat aman.
Kerusakan juga terlihat pada sejumlah bagian bangunan di kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut menambah kepanikan warga yang sebelumnya berada di lokasi untuk menunggu keberangkatan kapal. (Z-2)
















































