Atletico Madrid sukses membungkam Olympique de Marseille 2-1 di Stade Vélodrome. Leonardo Balerdi menjadi sorotan usai mendapat siulan cemoohan dari suporter sendiri.(Olympique de Marseille)
ATLETICO Madrid menutup rangkaian laga pramusim dengan hasil manis setelah memetik kemenangan tipis 2-1 atas Olympique de Marseille. Pertandingan pemungkas jelang bergulirnya kompetisi resmi tersebut berlangsung di Orange Vélodrome, Marseille, pada Jumat (14/8/2026) waktu setempat.
Pertandingan uji coba ini menjadi ajang pemanasan terakhir bagi kedua tim sebelum memulai kompetisi domestik. Marseille dijadwalkan membuka laga Ligue 1 melawan Strasbourg, sementara skuad asuhan Diego Simeone bakal memulai kiprah mereka di LaLiga berhadapan dengan Málaga.
Tuan rumah Marseille sejatinya mampu mengawali laga dengan baik. Mengandalkan intesitas serangan sejak awal babak pertama, skuad Les Phocéens sukses membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-22. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Amine Harit, Igor Paixão berhasil menggetarkan jala gawang Jan Oblak melalui penyelesaian akhir yang tenang.
Namun, momen jeda hydration break di pertengahan babak pertama menjadi titik balik bagi Atletico Madrid. Los Rojiblancos mulai meningkatkan tekanan tinggi (high pressing) ke lini pertahanan tuan rumah.
Hasilnya terlihat pada menit ke-38. Berawal dari skema pembangunan serangan balik Marseille di lini belakang, bek tengah Leonardo Balerdi berada dalam tekanan berat dari penyerang Atletico, Ademola Lookman. Lookman berhasil merebut penguasaan bola dari kaki Balerdi dan langsung menyodorkan umpan manis kepada Rodri Mendoza. Tanpa celah, Mendoza melepaskan tembakan menyusur tanah ke tiang dekat yang gagal dijangkau kiper Marseille, Jeffrey de Lange. Skor berubah menjadi imbang 1-1 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Diego Simeone melakukan rotasi pemain guna memberikan menit bermain sekaligus menjaga kebugaran fisik skuadnya. Meski Marseille sempat memberikan ancaman berbahaya melalui tembakan Amine Gouiri yang membentur mistar gawang pada menit ke-58, Atletico Madrid tampil lebih disiplin dan klinis.
Upaya Atletico untuk membalikkan kedudukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Pemain pengganti Carlos Martín menjadi pahlawan kemenangan Los Rojiblancos setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Marseille dan melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan De Lange. Tuan rumah berupaya merespons di sisa waktu pertandingan, namun skor 2-1 untuk keunggulan Atletico Madrid bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Di balik kekalahan Marseille, sorotan tajam tertuju pada penampilan Leonardo Balerdi. Bek asal Argentina tersebut mengalami sore yang kelam di Orange Vélodrome. Menurut catatan L'Équipe, Balerdi gagal memenangi satu pun duel di lapangan dan melakukan kesalahan fatal yang mengawali lahirnya gol penyeimbang lawan.
Performa buruk tersebut membuat suporter Marseille yang memadati stadion meluapkan kekecewaan mereka secara terbuka. Balerdi terus-menerus mendapat sorakan siulan (booed) dari publik Vélodrome sepanjang laga hingga dirinya ditarik keluar pada menit ke-81. Usai pertandingan berakhir, ketika para pemain Marseille melakukan lap of honour untuk menyapa tribun penonton yang mulai lengang, Balerdi menjadi satu-satunya pemain yang tidak ikut serta dan langsung berjalan menuju ruang ganti.(OM/One Football/Atletico de Madrid/Z-2)
















































