Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah segera melakukan reformasi dan membangun fondasi pariwisata untuk memitigasi dampak krisis global.
Sejak akhir Februari, perang terjadi di Timur Tengah karena konflik antara AS dan Iran,
"Untuk itu, Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, dan membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional," tutur Airlangga dalam Webinar Nasional dengan tema Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan Pemerintah agar pariwisata Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain, diantaranya yaitu dengan melakukan perluasan Bebas Visa Kunjungan (BVK).
Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, implementasi kebijakan Bebas Visa Kunjungan di Indonesia kepada 169 negara sejak tahun 2015 lalu berhasil memacu pertumbuhan wisatawan hingga 15 persen per tahun;
Selain itu, juga secara langsung mampu menciptakan 400.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata.
Kementerian Pariwisata telah juga mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai langkah respons cepat terhadap situasi saat ini.
Langkah selanjutnya, Indonesia perlu untuk memperkuat pasar domestik dan memanfaatkan momentum libur lebaran sebagai jaring pengaman utama dengan mengadopsi konsep micro-tourism yaitu destinasi dalam radius perjalanan darat dikemas untuk memiliki pengalaman yang mendalam.
Diketahui, pemerintah telah memberikan stimulus diskon transportasi pada periode Lebaran 2026 dan kebijakan Work From Anywhere guna menunjang pergerakan wisatawan ke berbagai daerah.
Selain itu, diperlukan juga untuk melakukan negosiasi rute internasional baru, memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta mempromosikan destinasi bagi Digital Nomad untuk menangkap peluang migrasi talenta digital.
"Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan. Untuk itu pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi highend dengan harga terjangkau perlu digaris besarkan," ujar Airlangga.
(asa)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































