Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibanding sejumlah episode krisis sebelumnya, baik pada 2005 dan 2008. Fundamental ekonomi dinilai lebih kuat, sementara depresiasi rupiah juga berada pada tingkat yang lebih rendah.
"Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5%, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya," ungkapnya di Istana Kepresidenan selepas pertemuan Presiden dengan para tokoh ekonomi RI, dikutip Senin (25/5/2026).
Dikutip dari Refinitiv, pelemahan rupiah hingga 22 Mei 2026 telah mencapai 6,12% year to date (ytd). Pada krisis 2005, rupiah melemah 2% secara year to date hingga 22 Mei 2025 dan secara tahunan (full year), rupiah melemah 5,99% (yoy).
Dari pertemuan dengan Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo, pemerintah mengambil sejumlah pembelajaran terkait langkah antisipasi yang diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ke depan. Presiden Prabowo juga meminta jajaran terkait, termasuk Menteri Keuangan, untuk terus memonitor regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan dan menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.
"Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita," ujar Airlangga.
Pemerintah juga menilai perlu dilakukan kajian terhadap penguatan permodalan perbankan, mengingat jumlah perbankan di Indonesia cukup banyak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional agar tetap kuat menghadapi dinamika global.
Adapun, Airlangga mengatakan, pertemuan ini menegaskan pendekatan kepemimpinan Presiden Prabowo yang mengedepankan kombinasi pengalaman, kewaspadaan, dan penguatan fundamental sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan bahwa Indonesia tetap tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































