Petugas BPBD dan Damkar Tasikmalaya melakukan upaya pemadaman lahan yang membakar ilalang kering didiga dipicu dari aktivitas manusia membung puntung rokok sembarangan.(MI/KRISTIADI)
MUSIM kemarau yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan seluas 30 hektare dan Taman Baru Masigit Kareumbi, Sumedang seluas 2 hektare. Kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.
Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar dan sebagai Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Nasional, Dedi Kurniawan mengatakan, musim kemarau yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan seluas 30 hektare dan Taman Baru Masigit Kareumbi, Sumedang.
"Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kuningan dan Sumedang masuk hutan lindung serta sisanya di wilayah Garut, Tasikmalaya dan Ciamis merupakan kawasan ilalang. Karena, lahan terbakar paling banyak tanah milik, tanah desa, lahan kosong diduga unsur kesengajaan buang puntung rokok serta membakar sampah," ujar, Dedi Kurniawan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Dedi, antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) perlu dilakukannya patroli dengan melibatkan warga dibantu Polhut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Namun, kebakaran hutan dan lahan tidak bisa diprediksi dan yang menjadi kendala kesadaran pegawai perusahaan seperti mengusaha wisata, kelompok masyarakat dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).
"Kami melihat kepedulian dari pemerintah pada masyarakat tidak ada apresiasi dan karhutla butuh operasional, kendaraan mempuni, sarana dan prasarana. Karena, ada beberapa titik kawasan hutan dan lahan di Jabar mengalami kerusakan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, kebakaran lahan sejak awal Januari hingga Juli 2026 tercatat 209 kejadian hingga berhasil ditangani, didominasi kebakaran nonlahan dan meningkat di musim kemarau. Namun, kebakaran lahan di wilayahnya tercatat 64 kejadian dan 146 nonlahan menjadi perhatian serius karena dapat berpotensi meningkat seiring dampak El Nino.
"Peningkatan kebakaran di wilayah Garut menunjukkan adanya peningkatan risiko dan perlu diantisipasi bersama terutama kewaspadaan serta upaya pencegahan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman guna mencegah terjadi kebakaran," pungkasnya.(H-2)
















































