Anwar Ibrahim Minta Dugaan Salah Kelola Tabung Haji Diusut Transparan

1 week ago 28
Anwar Ibrahim Minta Dugaan Salah Kelola Tabung Haji Diusut Transparan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.(The Edge )

PERDANA Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim meminta penyelidikan atas temuan Komisi Penyelidikan Kerajaan (Royal Commission of Inquiry/RCI) terkait pengelolaan Lembaga Tabung Haji dilakukan secara transparan tanpa melindungi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Pernyataan itu disampaikan Anwar saat menghadiri acara Kuala Pilah Berselawat and Negeri Sembilan Munajat Perdana' di Dataran Melang, Negeri Sembilan, Kamis (30/7), sehari setelah laporan RCI setebal 211 halaman dipublikasikan oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim).

"RCI telah menetapkan siapa yang bertanggung jawab. Sebagai Perdana Menteri, saya telah menginstruksikan agar perkara ini diselidiki secara transparan," kata Anwar.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan lagi menutupi dugaan pelanggaran yang terungkap dalam laporan tersebut.

"Tidak boleh ada lagi upaya menutup-nutupi. Kita sudah menunggu terlalu lama," ujarnya.

Menurut Anwar, laporan RCI harus menjadi dasar untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Tabung Haji sepanjang periode 2014–2020.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan selama disampaikan secara konstruktif. Pemerintah, kata dia, tengah berupaya memperbaiki berbagai kelemahan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya.

"Kritiklah saya, berikan nasihat kepada saya. Tetapi jangan menghina saya. Jika ada kekurangan, tunjukkan. Berilah kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kelemahan masa lalu serta meningkatkan keadaan," ujarnya.

Anwar menambahkan upaya perbaikan tersebut terutama ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan melalui kebijakan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam pidatonya, Anwar yang juga Ketua Pakatan Harapan turut mengajak masyarakat Negeri Sembilan memilih pemimpin berdasarkan integritas, kejujuran, dan rekam jejak pelayanan kepada publik, bukan karena sentimen politik atau kebencian.

"Pilihlah pemimpin bukan karena sentimen atau kebencian. Jika ada pemimpin yang berintegritas, bekerja keras, tidak mencuri, dan tidak korup, maka dukunglah mereka," katanya.

Pernyataan itu disampaikan menjelang pemungutan suara pemilihan anggota Dewan Undangan Negeri Negeri Sembilan yang akan digelar Sabtu, dengan lebih dari 867 ribu pemilih terdaftar. (The Edge Malaysia/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |