Mendagri Tito Karnavian.(dok.MI)
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta partai politik (parpol) memperkuat peran sekolah kepartaian dan memberikan bimbingan teknis sebelum mengusung calon kepala daerah. Tito menilai, penguatan kapasitas awal sangat krusial agar para kepala daerah memahami tata kelola birokrasi, penyusunan APBD, hingga pengelolaan keuangan daerah secara akuntabel. Menurutnya, pemahaman teknis ini penting untuk mencegah kepala daerah dimanfaatkan atau dimanipulasi oleh oknum bawahannya.
"Ini partai-partai yang betul-betul sekolah partainya diperkuat. Begitu mendorong calon, sebelum mendorong calon tolonglah dibuat pelatihan dulu. Mungkin bimbingan teknis kami siap untuk diundang, Mendagri, KPK, atau yang lain-lain supaya dia mengerti mengenai birokrasi, bagaimana mengatur keuangan, membuat APBD, supaya tidak dibohongi sama stafnya," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7).
Selain bimbingan teknis sebelum mencalonkan diri, mantan Kapolri ini juga mengusulkan adanya program penyegaran dan pembekalan berkala setiap enam bulan sekali bagi kepala daerah yang telah terpilih dan menjabat. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap memfasilitasi pelatihan tersebut melalui lembaga pendidikan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Tito mengibaratkan skema pengembangan kapasitas ini seperti jenjang pendidikan berjenjang di tubuh TNI dan Polri, di mana setiap kenaikan pangkat dan jabatan selalu dibarengi dengan pendidikan kepemimpinan. "Setelah itu mungkin bisa juga kami siap per 6 bulan sekali mereka ada penyegaran, entah di IPDN atau BPSDM kami punya lembaga-lembaga itu. Seperti TNI dan Polri itu tiap mau naik pangkat jenjang sekolah. Mau jadi Kapolres sekolah, mau jadi Kapolda sekolah lagi, mau jadi perwira tinggi sekolah lagi," jelasnya. (Faj/P-3)
















































