Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Arab Saudi dan Rusia kini bisa saling kunjung tanpa visa mulai awal pekan ini, Senin (11/5).
Namun, pembebasan visa yang mulai diterapkan Rusia dan Arab Saudi ternyata tak berlaku bagi warganya yang ingin melaksanakan ibadah haji. Mereka harus tetap mengikuti prosedur yang sesuai.
Meskipun dikenal sebagai negara dengan populasi Kristen Ortodoks terbanyak, populasi muslim di Rusia juga cukup banyak sekitar 7-8 persen dari jumlah penduduk Negara Beruang Merah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan kantor berita Saudi, Saudi Press Agency, kunjungan bebas visa itu untuk tujuan pariwisata, bisnis, dan lawatan ke keluarga atau teman dengan masa tinggal 90 hari per kunjungan atau dalam beberapa periode selama satu tahun.
"Pembebasan visa ini tidak berlaku untuk pekerjaan, studi, tempat tinggal, atau ibadah haji, yang tetap tunduk pada persyaratan visa yang ada," demikian laporan SPA.
Pembebasan visa mencakup semua jenis paspor, termasuk paspor diplomatik, khusus, dan biasa.
Saudi dan Rusia mulai memberlakukan bebas visa pada 11 Mei. Terobosan itu merupakan perjanjian pembebasan visa timbal balik antara kedua negara.
Perjanjian Saudi dan Rusia ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk memajukan pariwisata dan pertukaran budaya.
Perjanjian tersebut juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun hubungan diplomatik Saudi-Rusia. Riyadh berharap kesepakatan tersebut bisa meningkatkan kunjungan timbal balik dan memperkuat kerja sama di sektor pariwisata, ekonomi, hingga budaya dengan Moskow.
Perjanjian itu pula menjadikan Rusia negara pertama yang menjalin kerja sama pembebasan visa timbal balik untuk pemegang paspor biasa dengan Arab Saudi.
Arab Saudi dan Rusia sejauh ini diketahui memiliki hubungan yang baik dan erat.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman (MbS) beberapa kali berkomunikasi langsung dengan Presiden Vladimir Putin membahas berbagai kerja sama hingga isu regional dan global.
Kedua pemimpin itu juga pernah bertemu di Riyadh, Arab Saudi, pada Desember 2023 lalu.
(ada/kid)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4


















































