Beda dengan UEFA, PSSI Dukung Wacana Komersialisasi Piala Dunia oleh FIFA

1 week ago 21
Beda dengan UEFA, PSSI Dukung Wacana Komersialisasi Piala Dunia oleh FIFA Menpora/Ketua Umum PSSI Erick Thohir.(Antara)

KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap proposal Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas komersial baru ini dirancang untuk mengelola hak komersial berbagai turnamen di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia, guna meningkatkan pendapatan federasi anggota.

Erick menegaskan bahwa dukungan ini didasari atas kebutuhan mendesak Indonesia akan pendanaan berkelanjutan demi menjaga momentum transformasi sepak bola nasional. Dalam tiga tahun terakhir, sepak bola Indonesia dinilai telah menunjukkan progres signifikan, baik dari sisi tata kelola maupun prestasi di lapangan hijau.

Menurut Erick, tambahan dana dari skema FFE akan menjadi pendorong vital bagi kelanjutan program pengembangan yang sedang berjalan. Ia menyoroti lonjakan prestasi Tim Nasional Indonesia sebagai bukti nyata keberhasilan transformasi sejauh ini.

"Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir. Tata kelolanya sudah dibenahi. Peringkat tim nasional juga naik dari posisi 174 menjadi 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan," ujar Erick dalam wawancaranya bersama Sky.

Ia menambahkan bahwa peluang memperoleh dana segar melalui FFE akan membantu setiap federasi anggota FIFA untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan kualitas sepak bola di negara masing-masing.

Mengenal FIFA Forward Enterprise (FFE)

FFE diproyeksikan sebagai perusahaan komersial yang akan memegang kendali atas hak siar, sponsor, lisensi, serta aset komersial kompetisi FIFA lainnya. Berikut adalah poin-poin utama terkait proposal FFE:

Aspek Detail Proposal
Estimasi Nilai Perusahaan Sekitar US$20 miliar
Kepemilikan Saham Swasta Dibuka hingga 20% bagi investor luar
Kendali Mayoritas Tetap berada di tangan FIFA

Menanggapi kekhawatiran mengenai keterlibatan investor swasta dalam aset paling berharga FIFA, Erick menilai mekanisme tersebut adalah hal yang lumrah. "Kalau anggota FIFA menyetujuinya, itu berarti memang ada kebutuhan dan dukungan agar skema ini dijalankan," tegasnya.

Kontroversi dan Penolakan Global

Meski mendapat dukungan dari PSSI, langkah Infantino ini tidak berjalan mulus di tingkat global. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam proses penyusunan proposal sebelum diumumkan ke publik.

Dalam pernyataan resminya, AFC mengungkapkan kekecewaan atas kurangnya transparansi. "AFC tidak diajak berkonsultasi mengenai proposal ini dan kecewa karena persoalan yang sangat penting justru lebih dahulu diketahui publik sebelum keluarga besar AFC memperoleh kesempatan untuk mempelajari dan mendiskusikannya," tulis pernyataan tersebut.

Penolakan lebih keras datang dari UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa tersebut bahkan mengambil langkah ekstrem dengan memutuskan memboikot seluruh agenda FIFA sebagai bentuk protes terhadap rencana pembentukan FFE yang dinilai dapat mengubah arah pengelolaan sepak bola dunia secara radikal. (Dhk/I-1)

Catatan: Erick Thohir menjadi salah satu dari sedikit pimpinan federasi nasional yang secara eksplisit menyatakan keberpihakan pada rencana komersialisasi baru FIFA ini. 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |