Berdayakan Perempuan Wirausaha dari Komunitas Kurang Terlayani di Jabodetabek

2 weeks ago 4
Berdayakan Perempuan Wirausaha dari Komunitas Kurang Terlayani di Jabodetabek Ilustrasi(MI/M IQBAL AL MACHMUDI)

KELOMPOK perempuan dengan jiwa usaha semakin meningkat. Kelebihan tersebut harus didukung sebagai menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga menjadi perempuan yang mandiri.

Oleh karena itu, Liberty Society Foundation (LSF) bersama Amazon mengumumkan kolaborasi mendukung pelatihan dan program LSF untuk 130 penerima manfaat di Jabodetabek. Dengan begitu diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi 130 perempuan Indonesia dari komunitas kurang mampu di wilayah Jabodetabek.

Pesertanya adalah perempuan dari komunitas rentan di Jabodetabek, termasuk perempuan berpenghasilan rendah dan ibu tunggal, serta perempuan yang belum pernah memperoleh akses ke keterampilan dan pelatihan formal, yang sebagian besar sebelumnya tidak bekerja. 

Tidak hanya mendukung UMKM untuk perempuan, kolaborasi ini juga diberikan kepada kelompok perempuan agar memiliki keterampilan dan siap masuk ke dunia kerja. Salah satu pelatihan yang diselenggarakan Liberty Society Foundation yakni menjahit untuk 50 perempuan. Peserta belajar menjahit dan mengolah kembali bahan daur ulang, kemasan sampah plastik, dan bahan bekas lainnya menjadi produk bernilai lebih tinggi. 

Selain itu, peserta akan mengikuti serangkaian lokakarya dan sesi penguatan kapasitas yang mencakup potensi UMKM, strategi pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, dan peluang pasar untuk membantu mereka membangun usaha yang berkelanjutan. Ini termasuk sesi lokakarya yang akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Temmy Satya Permana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi Amazon dan Liberty Society Foundation yang telah membangun ekosistem bagi lahirnya womenpreneurs yang tangguh dan berdaya saing. 

"Saya mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program untuk 6 belajar, memperluas jejaring, membangun  kolaborasi, dan mengembangkan usaha agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas," kata Temmy di Jakarta, Rabu (29/7).

Direktur Eksekutif Liberty Society Foundation Tamara Gondo juga berharap melalui kolaborasi dengan Amazon peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru.

"Selain itu juga memiliki kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha, menghasilkan pendapatan, dan menjadi lebih mandiri secara finansial dalam jangka panjang," ujar Tamara.

Tamara mengatakan telah melihat perempuan dari komunitas kurang terlayani yang diberi akses, dukungan, dan kepercayaan memiliki kemampuan luar biasa untuk berkembang.

"Perkembangan itu tidak hanya mengubah hidup mereka sendiri, tetapi juga hidup keluarga dan komunitasnya," tegas Tamara.

Head of Public Policy, Asia Tenggara, Darren Ong,  mengatakan sangat bangga mendukung perempuan dari komunitas kurang terlayani di Jabodetabek. 

"Dengan semangat inovatif Amazon, kami ingin membantu membangun komunitas yang lebih kuat di tempat kami beroperasi, bekerja bersama organisasi masyarakat yang hebat seperti LSF untuk membangun program yang berdampak," pungkasnya. (H-2)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |