Bicara Soal Kopdes, Prabowo Ungkap Penindasan Manusia Nyata di RI

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya membangun koperasi desa merah putih. Dirinya mengaku memikirkan nasib petani dan orang miskin.

Prabowo menceritakan sulitnya para petani mendapatkan akses pembiayaan sehingga lari ke rentenir yang memiliki bunga utang mencekik.

Seperti diketahui, petani penghasilannya sesuai dengan musim panen tiga bulan sekali. Sementara dalam rentang masa tanam padi para petani sering dihadapkan dengan kebutuhan yang memerlukan uang tidak sedikit. Sehingga dibutuhkan sumber pendanaan seperti utang.

"Ada yang lapor ke saya, "Pak, sulit Pak kita perbaiki nasibnya petani." Kenapa? Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. dan di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir minta darat. Dan rentenir itu ngeri. Dia tuh 1% sehari. Can you imagine gimana gitu?,"ujarnya.

Tak hanya petani, nasib orang miskin kebanyakan di Indonesia juga menurut Prabowo sangat disulitkan dengan sistem pembiayaan dengan bunga yang mahal.

"Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Itu satu. Jadi sekarang dengan koperasi merah putih kita akan siapkan kredit murah. Kredit murah. Saya tanya sekarang pun mikro kredit ya 24%. orang miskin 24%," imbuh Prabowo.

Dirinya membandingkan dengan fasilitas bunga rendah kepada para orang kaya sehingga dapat menimbulkan ketimpangan fasilitas pembiayaan.

"Maaf ya. Pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%,8% paling tinggi 9% lah, 10% lah katakanlah 12% lah katakanlah, ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa, nanti koperasi merah putih harus di bawah itu. kalau perlu 6% setahun.

Ketimpangan tersebut yang Prabowo sebut sebagai,"penindasan manusia ke manusia. Masak orang miskin dikenakan 1% sehari?"

(ras/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |