Ketua Umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Djazuli Ambari (kiri) didampingi Dewan Pembina BSMI Basuki Supartono memberikan keterangan terkait pemberangkatan relawan ke Gaza di Kantor Dewan Pengurus BSMI, Jakarta, Kamis (22/11).(Republika/Agung Supriyan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyampaikan keprihatinan dan kecaman mendalam atas tindakan penculikan dan penahanan terhadap sejumlah warga sipil dan aktivis kemanusiaan internasional, termasuk 9 Warga Negara Indonesia (WNI), yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Informasi yang berkembang menunjukkan bahwa kapal-kapal misi kemanusiaan tersebut dihentikan dan sejumlah aktivis ditahan dalam operasi yang berlangsung di wilayah perairan internasional dekat Siprus. Ketua DPN BSMI M Djazuli Ambari mengungkapkan, beberapa negara juga telah menyampaikan keberatan dan desakan pembebasan terhadap warga negaranya yang ikut dalam misi tersebut.
Atas dasar nilai-nilai kemanusiaan universal, HAM, serta prinsip hukum internasional, BSMI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak Israel melakukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap 9 WNI yang ditahan, serta seluruh aktivis Global Sumud Flotilla 2.0. dari berbagai negara.
Mereka merupakan warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan untuk menyuarakan solidaritas serta membawa bantuan bagi masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan. Penahanan terhadap aktivis sipil yang membawa misi kemanusiaan menimbulkan pertanyaan serius dari perspektif hukum internasional.
2. Mendorong Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk terus memaksimalkan seluruh jalur diplomatik, baik bilateral maupun multilateral, untuk pembebasan semua korban penculikan tersebut.
BSMI mendukung langkah-langkah diplomasi Pemerintah Indonesia melalui jalur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Komite serta negara-negara sahabat untuk memastikan keselamatan dan pemulangan WNI.
5. Mendesak PBB untuk melakukan semua ikhtiar perlindungan dan diplomasi terbaik untuk membawa pulang para aktivis tersebut kembali ke tanah air-nya masing-masing dengan sehat dan selamat sertal melakukan investigasi atas kejahatan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 tersebut.

7 hours ago
3

















































