BSSN Ingatkan Ancaman Siber terhadap Perbankan Kian Kompleks

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan ancaman siber terhadap industri perbankan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital sektor keuangan. Karena itu, penguatan keamanan siber dinilai menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas layanan keuangan dan kepercayaan publik.

Hal tersebut disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara BSSN dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) terkait penguatan keamanan siber sektor perbankan daerah.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, dan Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, serta disaksikan Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi.

Dalam executive briefing kepada jajaran direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD), Nugroho mengatakan perkembangan teknologi selalu diikuti meningkatnya ancaman siber sehingga aspek keamanan harus berjalan seiring dengan inovasi digital perbankan.

“Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis,” ujar Nugroho.

Menurut dia, komitmen direksi BPD dalam mengawal implementasi keamanan siber menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan digital sektor perbankan.

Sementara itu, Agus H. Widodo mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi industri perbankan, termasuk BPD. Namun di sisi lain, ancaman siber juga berkembang semakin cepat, kompleks, dan terorganisir.

“Serangan siber bukan hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, reputasi institusi, bahkan stabilitas ekonomi daerah dan nasional. Karena itu, cyber security harus dipandang sebagai isu strategis nasional dan bagian penting dari ketahanan industri keuangan Indonesia,” ujarnya.

Asbanda menilai BPD memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah, penggerak ekonomi daerah, pendukung UMKM, serta penghubung layanan keuangan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, menjaga ketahanan siber BPD dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi daerah.

Melalui kerja sama tersebut, BSSN dan Asbanda akan memperkuat sinergi dalam membangun sistem perbankan digital yang aman dan andal, termasuk melalui peningkatan kapasitas keamanan siber, penguatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan early warning system, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |