Camino Flores Disiapkan Jadi Ikon Baru Wisata Religi Indonesia

1 week ago 19
Camino Flores Disiapkan Jadi Ikon Baru Wisata Religi Indonesia Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGEMBANGAN wisata religi Katolik di Pulau Flores terus menunjukkan kemajuan positif. Sejak mulai digencarkan pada 2024, pengembangan wisata minat khusus ini tidak lagi hanya berfokus pada penyelenggaraan berbagai kegiatan religi dan budaya, tetapi mulai diarahkan pada pengembangan produk wisata yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan pengalaman spiritual lebih mendalam bagi para peziarah dan wisatawan.

Melihat potensi tersebut, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kini sedang menginisiasi pengembangan Camino Flores, sebuah jalur ziarah (pilgrimage trail) yang mengadopsi semangat dan konsep Camino de Santiago de Compostela di Spanyol.

Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan wisata religi Katolik di Pulau Flores dengan menghadirkan pengalaman ziarah yang memadukan nilai-nilai spiritual, kekayaan budaya, dan keindahan alam. Kehadiran Camino Flores diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan produk wisata minat khusus, tetapi juga memperkuat posisi Flores sebagai destinasi wisata spiritual yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Konsep pengembangan Camino Flores dinilai sangat relevan untuk dikembangkan di Pulau Flores. Berdasarkan data Disdukcapil Kemendagri 2025, sekitar 2 juta umat Katolik tinggal di Pulau Flores atau sekitar 22,6% dari total umat Katolik di Indonesia. Jumlah itu menjadi modal besar bagi Flores untuk berkembang sebagai destinasi wisata ziarah nasional.

Potensi tersebut semakin diperkuat sejarah panjang penyebaran agama Katolik di Pulau Flores yang meninggalkan warisan spiritual dan budaya yang kaya. Berbagai gereja bersejarah, gua Maria, biara, seminari, tradisi liturgi yang masih lestari, hingga bentang alam yang memukau menghadirkan pengalaman ziarah autentik bagi para peziarah.

Sejak 2024, BPOLBF memperkuat fondasi pengembangan wisata religi melalui penyusunan Travel Pattern Wisata Religi Katolik Pulau Flores, penguatan narasi destinasi, promosi digital, forum bisnis, serta kolaborasi dengan keuskupan, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas.

Berbeda dengan wisata religi yang umumnya berfokus pada satu lokasi, Camino Flores dirancang sebagai perjalanan spiritual lintas wilayah yang menghubungkan berbagai situs religi dan sejarah misionaris. Selain beribadah, peziarah diajak berinteraksi dengan masyarakat, menikmati budaya, kuliner, produk UMKM, dan atraksi alam di sepanjang rute.

Plt Direktur Utama BPOLBF Andhy M T Marpaung mengatakan Camino Flores tak sekadar menghadirkan jalur peziarahan, tetapi membangun ekosistem pariwisata berbasis spiritualitas, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pulau Flores memiliki modal sangat kuat untuk menghadirkan Camino Flores sebagai ikon wisata religi Katolik Indonesia. Kita memiliki situs-situs religi, tradisi iman yang hidup, budaya lokal autentik, dan bentang alam yang menawarkan pengalaman perjalanan reflektif," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Andhy, penyelenggaraan Camino Flores berpeluang dimulai tahun ini. Jalur tersebut dirancang dalam tiga etape, yakni Etape Barat (Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur), Etape Tengah (Bajawa, Nagekeo, dan Ende), serta Etape Timur (Maumere dan Flores Timur). Masing-masing etape memiliki panjang sekitar 70 kilometer dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan para peziarah.

Pengembangan Camino Flores sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional yang menekankan kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan destinasi, serta pemerataan manfaat ekonomi.

"BPOLBF berharap Camino Flores dapat menjadi ikon baru wisata religi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Pulau Flores sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global," tutup Andhy. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |