China Bantuan Iran, Beri Rp 3,36 M ke Korban Bom AS di Teheran

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia -China akan menyumbangkan US$200.000 (Rp 3,36 miliar) kepada orang tua siswa yang tewas dalam apa yang disebutnya sebagai serangan rudal "tanpa pandang bulu" terhadap sebuah sekolah di Iran pada awal perang Timur Tengah.

Teheran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan rudal mematikan terhadap sekolah di selatan Iran pada hari pertama perang.

Laporan media Iran mengatakan pemakaman diadakan untuk setidaknya 165 orang, termasuk anak-anak, yang tewas dalam serangan itu.

Jumlah korban belum diverifikasi secara independen. Investigasi militer AS terhadap serangan tersebut sedang berlangsung.

Mengutip AFP, Kementerian Luar Negeri Beijing mengatakan Palang Merah Tiongkok akan menyumbangkan uang itu dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat kepada Palang Merah Iran, khususnya untuk "belasungkawa dan kompensasi" kepada orang tua siswa yang meninggal.

Juru bicara Kementerian, Guo Jiakun, menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran berat" terhadap hukum humaniter internasional.

"Serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran yang lebih berat terhadap hukum humaniter internasional dan melanggar batas-batas hati nurani dan moralitas manusia," kata Guo kepada wartawan dalam konferensi pers rutin, Jumat, dikutip Sabtu (13/3/2026).

"China juga siap untuk terus memberikan bantuan yang diperlukan kepada Iran dengan semangat kemanusiaan untuk mendukung rakyat Iran melalui masa sulit ini," katanya.

The New York Times melaporkan pada hari Rabu bahwa investigasi militer AS telah menentukan bahwa rudal Tomahawk AS telah menghantam sekolah tersebut karena kesalahan penargetan.

Israel membantah keterlibatan atau pengetahuan apa pun tentang serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump awalnya menyarankan bahwa Iran sendiri mungkin bertanggung jawab, meskipun Iran tidak memiliki rudal Tomahawk.

Ia kemudian mengatakan bahwa ia dapat "menerima" apa pun yang diungkapkan oleh penyelidikan, tetapi ketika ditanya tentang laporan Times pada hari Rabu, ia mengatakan kepada wartawan "Saya tidak tahu tentang itu".

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |