Dampak Gempa Jepang, Pabrik Chip dan Otomotif Berhenti Operasi

2 weeks ago 7
Dampak Gempa Jepang, Pabrik Chip dan Otomotif Berhenti Operasi Ilustrasi gempa Jepang.(Dok. Antara)

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, memicu gangguan besar pada sektor industri nasional. Sejumlah pabrik semikonduktor dan manufaktur otomotif terpaksa menghentikan operasional, memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi yang meluas jika penutupan berlangsung dalam jangka panjang.

Sektor semikonduktor menjadi salah satu yang paling terdampak. Sony Semiconductor Manufacturing Corp., anak perusahaan Sony Group Corp., langsung menghentikan operasional pabriknya di Kikuyo sesaat setelah gempa terjadi pada Selasa. Hingga saat ini, pihak manajemen belum menetapkan jadwal pasti kapan kegiatan produksi akan dimulai kembali.

Langkah serupa diambil oleh dua raksasa chip lainnya, Renesas Electronics Corp. dan Tokyo Electron Ltd., yang menghentikan operasi di masing-masing dua pabrik mereka di wilayah Kumamoto. Selain itu, Mitsubishi Electric Corp. juga menghentikan lini produksi di fasilitas mereka yang berlokasi di Kota Koshi dan Kikuchi.

Sektor Otomotif dan Logistik Terhambat

Industri otomotif turut merasakan dampak signifikan akibat gangguan rantai pasok. Toyota Motor Kyushu Inc. sebenarnya sempat mengoperasikan kembali tiga pabriknya di Prefektur Fukuoka setelah pemeriksaan keselamatan awal. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghentikan kembali operasional mulai Rabu malam hingga Jumat malam mendatang.

Pihak Toyota menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena adanya gangguan logistik dan kondisi para pemasok yang terdampak gempa. Selain Toyota, beberapa produsen otomotif lainnya juga melaporkan penghentian produksi:

  • Honda Motor Co.: Menghentikan produksi di pabrik sepeda motor dan mesin di Kota Ozu hingga Jumat.
  • Nissan Motor Co.: Menghentikan sebagian operasional di dua pabrik di Prefektur Fukuoka mulai Kamis sore akibat keterlambatan pasokan komponen.

Dampak Gempa Jepang Luas di Berbagai Sektor

Penghentian produksi tidak hanya terbatas pada sektor teknologi dan otomotif. Di sektor konsumsi dan kimia, Suntory Holdings Ltd. menghentikan kegiatan di pabrik birnya di Kashima, sementara Mitsubishi Chemical Corp. menutup sementara fasilitasnya di Uto.

Kondisi cukup berat dialami oleh Nippon Paper Industries Co. Perusahaan melaporkan cerobong asap di pabrik Yatsushiro mengalami kerusakan parah. Saat ini, tim teknis masih menilai tingkat kerusakan dan belum dapat memastikan kapan produksi kertas di fasilitas tersebut bisa kembali berjalan normal.

Lumpuhnya aktivitas industri diperparah dengan terganggunya layanan logistik di seluruh Kumamoto. Japan Post telah menghentikan layanan di kantor-kantor pos se-prefektur. Perusahaan jasa pengiriman swasta seperti Yamato Transport dan Sagawa Express juga menghentikan sementara pengambilan serta pengiriman paket di sejumlah wilayah terdampak guna memastikan keselamatan personel dan armada. (Ant/Kyodo/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |