Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

2 weeks ago 5
Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo Prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Habema mengevakuasi warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.(MI/HO)

PRAJURIT TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Habema membuktikan dedikasi mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Papua Pegunungan. Meski harus menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer dan menghadapi cuaca ekstrem, para prajurit tetap melangkah maju demi mengevakuasi warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Misi ini bukanlah perkara mudah. Lokasi kejadian terletak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan kondisi geografis yang didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat terbatas. Prajurit TNI harus melakukan penyisiran secara bertahap di tengah ancaman keamanan yang nyata.

Kronologi Penemuan dan Kontak Tembak

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengungkapkan bahwa proses pencarian dimulai dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban. Namun, di tengah upaya kemanusiaan tersebut, pasukan TNI justru mendapatkan perlawanan dari kelompok bersenjata OPM.

"Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan," ujar Mayjen Yudha.

Data Evakuasi Korban di Distrik Seradala:

Nama Korban Status/Identitas Keterangan
Yentinus (Kumis) Kogoya Warga Sipil (Suami) Berhasil Dievakuasi
Pam Wendakwe Warga Sipil (Istri) Berhasil Dievakuasi
Identitas dalam pendalaman Perempuan (Suku Unaukam) Dalam Proses Pencarian

Prioritas Keselamatan Warga Sipil

Setelah situasi terkendali, prajurit berhasil mengevakuasi jenazah pasangan suami istri, Yentinus Kogoya dan Pam Wendakwe. Kondisi kedua jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan akibat tindakan tidak manusiawi. Sekitar pukul 14.30 WIT, korban tiba di RSUD Dekai untuk proses visum dengan pengawasan langsung dari Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Mayjen Yudha Airlangga menegaskan bahwa keselamatan warga sipil adalah prioritas utama yang melampaui rasa takut terhadap medan maupun ancaman senjata.

"Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat mendapat perlawanan. Namun, tidak ada satu pun prajurit yang mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban kembali kepada keluarganya dengan layak," tegasnya.

Bantahan Narasi Intelijen

Dalam kesempatan tersebut, TNI juga membantah keras narasi yang disebarkan oleh kelompok OPM yang mengeklaim bahwa para korban adalah bagian dari intelijen TNI. Mayjen Yudha menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya memperkeruh situasi.

Ia menegaskan bahwa para korban murni warga sipil Orang Asli Papua yang menjadi korban kekerasan. Kehadiran Satgas Habema di lapangan menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir sebagai pelindung kemanusiaan bagi setiap nyawa masyarakat Papua yang membutuhkan pertolongan. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |