Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini terdapat peningkatan permintaan batu bara dari berbagai negara di tengah ancaman krisis pasokan energi global.
Hal itu menurutnya menunjukkan ketergantungan terhadap batu bara Indonesia justru semakin menguat meskipun terdapat program transisi energi.
Dalam acara Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Bahlil mengungkapkan banyak negara yang menambah volume impor batu bara dari Indonesia demi mengamankan kebutuhan energi domestik mereka di tengah ketegangan geopolitik saat ini.
"Meski ada Perjanjian Paris yang mendesak transisi dari batu bara, faktanya saat ini banyak negara yang meningkatkan impor batu baranya dari Indonesia," jelas Bahlil dalam IPEM Tokyo, Jepang, dilansir dari keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kontribusi Indonesia sangat penting dalam menopang pasokan energi dunia saat krisis melanda. Dalam catatannya, Indonesia saat ini menyuplai porsi yang sangat dominan terhadap total pergerakan komoditas batu bara di pasar internasional.
"Indonesia menunjukkan komitmen tersebut di antaranya dengan mengirimkan 150 kargo Liquefied Natural Gas tahun 2025 lalu untuk mendukung pasokan energi dunia. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan sekitar setengah pasokan batu bara yang diperdagangkan di dunia," tambah Bahlil.
Menghadapi situasi ketidakpastian pasokan energi global, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah juga bersiap memprioritaskan kebutuhan domestik jika kerja sama internasional tidak saling menguntungkan.
Dalam sektor minyak, salah satu langkah antisipasi yang disiapkan adalah memaksimalkan penggunaan Crude Palm Oil (CPO) untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada minyak impor.
"Sebagai salah satu negara importir minyak, jika kebutuhan minyak tersebut tidak dapat kami amankan, maka kami tidak memiliki pilihan kecuali untuk memanfaatkan potensi energi yang ada di dalam negeri termasuk meningkatkan porsi Crude Palm Oil yang diubah menjadi biodiesel," ungkapnya.
Di samping diversifikasi sumber energi nabati, pemerintah memastikan tetap menjalankan komitmen transisi energi melalui pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Indonesia sangat berkomitmen untuk terus mendorong transisi energi termasuk melalui program PLTS 100 GW dengan prioritas jangka pendek berupa eliminasi PLTD diesel dengan PLTS," tegasnya.
(wia)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































