Dies Natalis Pertama, Sudirman Said Sebut UHN Adaptif dan Terbuka Kolaborasi Global

1 week ago 5
Dies Natalis Pertama, Sudirman Said Sebut UHN Adaptif dan Terbuka Kolaborasi Global Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Sudirman Said.(MI/Supardji Rasban)

SATU tahun lalu Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, lahir melalui proses transformasi yang penuh makna. Bukan sekadar perubahan nama, melainkan ikhtiar besar untuk menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif, terbuka pada kolaborasi global, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Hal itu disampaikan Rektor UHN Tegal, Sudirman Said, saat merayakan dies natalis UHN yang pertama yang digelar di Sport Center kampus setempat, Kamis (31/7) sore.

Sudirman menyebut, meski baru berusia satu tahun, kampus yang dipimpinnya berhasil menyatuan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI Tegal menjadi universitas, dan telah menorehkan lompatan prestasi yang signifikan.

“Momentum dies natalis pertama ini merupakan refleksi dari sebuah keberanian kolektif dalam melakukan transformasi kelembagaan sejak resmi berdiri pada 30 Juli 2025,” ujar Sudirman Said

Sudirman Said menerangkan di usianya yang pertama, UHN  berhasil mengantongi akreditasi B secara kelembagaan. Seluruh 23 program studi yang bernaung di bawah empat fakultas diantaranya fakultas Vokasi, fakultas Psikologi dan Pendidikan, fakultas Sosial dan Humaniora, serta fakultas Sains dan Teknologi telah terakreditasi resmi. “Bahkan, Program Studi D3 Akuntansi telah sukses meraih predikat Unggul,” jelas Sudirman Said

Menurut mantan Menteri ESDM ini, selain pemenuhan infrastruktur fisik dan digital (learning management system), UHN juga memperkuat fondasi globalnya. Salah satu tonggak sejarah penting yang berhasil dicapai adalah jalinan kerja sama internasional dengan Harvard Medical School untuk mendirikan pusat studi kesehatan primer bersama.

“Dari sektor riset, civitas akademika UHN mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun akademik 2025/2026 dengan perolehan 70 hibah penelitian, 41 hibah pengabdian masyarakat, serta kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang mencakup 804 hak cipta, 3 desain industri, dan 3 paten. UHN juga menegaskan komitmen pemerataan pendidikan melalui peluncuran Program Beasiswa Harkat Negeri dan Beasiswa Nusantara,” papar Sudirman Said.

SANGAT AKESELERATIF
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Rendah Palupi, mengapresiasi kiprah UHN yang dinilai perkembangannya sangat akseleratif untuk ukuran universitas yang baru berdiri satu tahun.

”Ibarat usia manusia, satu tahun itu mungkin masih bertatih-tatih. Tidak banyak yang langsung bisa berjalan, apalagi berlari. Namun, apa yang dicapai Universitas Harkat Negeri ini sungguh luar biasa,”ujar Aisyah.

Aisyah menyebut namun berdasarkan regulasi terbaru Permendiktisaintek Nomor 35 dan 39 Tahun 2025, status akreditasi ke depan tidak lagi menggunakan predikat “Baik” atau “Baik Sekali”, melainkan langsung bertransisi menjadi Terakreditasi, Unggul, dan Internasional.

“LLDIKTI mendorong Universitas Harkat Negeri untuk memanfaatkan sisa waktu dua tahun ini guna mengejar predikat “Unggul”. Salah satu strategi utamanya adalah menggenjot kenaikan jabatan fungsional dosen,” terang Aisyah

Menurut Aisyah berdasarkan data LLDIKTI, UHN memiliki potensi besar karena sebanyak 87 dosen (56,1%) saat ini sudah berada di posisi Lektor dan siap dikawal menuju Lektor Kepala demi memenuhi syarat minimum 10% Lektor Kepala atau Guru Besar.

”Apapun produk akademik yang dihasilkan, baik penelitian maupun inovasi kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, harus memberikan outcome yang berdampak langsung bagi masyarakat regional maupun nasional,” pungkasnya. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |