Dua Biodigester Baru Disiapkan di Jakarta Utara, Sampah Organik Diolah Jadi Energi

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengolahan sampah organik di Jakarta akan diperkuat melalui pembangunan dua biodigester komunal di Jakarta Utara. Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga 500 kilogram sampah organik per hari sekaligus menghasilkan biogas dan pupuk organik.

Biodigester tersebut akan dibangun di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Pembangunan fasilitas dilakukan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan pembangunan biodigester menjadi salah satu upaya untuk mengolah sampah organik dari sumber sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” kata Agus melalui keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Masing-masing biodigester memiliki kapasitas pengolahan hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit, kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram per hari.

Berdasarkan kajian teknis, kedua fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Pengolahan sampah melalui biodigester juga diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.

Program tersebut juga masuk dalam implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026, khususnya terkait pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kesinambungan program dan kolaborasi antara berbagai pihak. Menurut dia, pengolahan sampah organik dari sumber dapat membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber energi dan produk bernilai guna.

“Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” kata Arie.

Pembangunan dua biodigester di Jakarta Utara melanjutkan dukungan terhadap teknologi pengolahan sampah organik yang sebelumnya dilakukan di Jakarta Timur. Pada November 2025, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata dia.

Pengembangan fasilitas pengolahan sampah dari sumber menjadi penting seiring kebutuhan Jakarta mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Pemanfaatan biodigester juga membuka pendekatan lain dalam pengelolaan sampah organik dengan mengubahnya menjadi energi dan material yang dapat digunakan kembali.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |