Ekosistem Kewirausahaan Poltekpar NHI Bandung Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

8 hours ago 3
Ekosistem Kewirausahaan Poltekpar NHI Bandung Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja Poltekpar NHI Bandung membentuk Enhaiipreneur Center Enhaiipreneur Center yang merupakan unit pengembangan kewirausahaan.(istimewa)

POLITEKNIK Pariwisata NHI Bandung terus memperkuat ekosistem kewirausahaan untuk membekali mahasiswa dan lulusan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja. Mereka juga diarahkan untuk mampu menciptakan peluang usaha.

Data institusi pada 2025 mencatat 221 lulusan atau 36,89% dari keseluruhan lulusan berada dalam jalur pengembangan kewirausahaan.

Jumlah tersebut terdiri atas 21 wirausaha pemula dan 200 calon wirausaha. Jumlah itu melampaui target institusi, yakni sekurang-kurangnya 30% lulusan berada dalam jalur kewirausahaan.

Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr Anwari Masatip, MM.Par, mengatakan pengembangan kewirausahaan menjadi bagian dari respons kampus terhadap perubahan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang kesiapan lulusan untuk bekerja. Kami juga ingin membangun keberanian mereka untuk menciptakan peluang, membaca kebutuhan pasar, dan mengembangkan gagasan menjadi usaha yang memiliki nilai. Karena itu, kewirausahaan harus hadir sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan,” paparnya.

Pengembangan tersebut dijalankan melalui Enhaiipreneur Center (ENC) yang mulai dirintis sejak 2016. Kewirausahaan kemudian dikembangkan tidak hanya sebagai mata kuliah, tetapi menjadi ekosistem yang menghubungkan pembelajaran dengan praktik bisnis melalui pengembangan produk, validasi pasar, magang wirausaha, inkubasi tugas akhir, pelatihan, mentoring, kompetisi, serta jejaring industri dan alumni.

Salah satu bentuk praktik bisnis tersebut diwujudkan melalui Enhaii International Marketplace and Makerspace (EIMM) dan ENCORE 186. Kedua program ini menjadi laboratorium bisnis bagi mahasiswa untuk memproduksi, memasarkan, menjual, mengelola operasional, hingga mengevaluasi usaha berdasarkan respons konsumen.

EIMM telah melibatkan lebih dari 250 tenant mahasiswa dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp682,4 juta. Sementara ENCORE 186 melibatkan lebih dari 20 tenant dengan transaksi sekitar Rp290,7 juta.

Secara keseluruhan, kedua program mencatat transaksi kumulatif sekitar Rp973 juta.


SEBUAH PROSES


Kepala Enhaiipreneur Center, Indriyani Handyastuti, S.I.Kom., M.Sc., menjelaskan bahwa capaian kewirausahaan mahasiswa perlu dipandang sebagai sebuah proses. Tidak seluruh peserta program langsung menjadi pengusaha, namun pengalaman tersebut membentuk kesiapan, daya lenting, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan menghadapi dinamika pasar.

“Mahasiswa tidak hanya diminta menghasilkan produk. Mereka juga perlu memahami siapa konsumennya, bagaimana produk itu dijual, bagaimana transaksi dicatat, dan apa yang harus dilakukan ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Di dalam proses itu, kesalahan bukan sekadar kegagalan, tetapi sumber pembelajaran,” ujarnya.

Untuk memperkuat kesinambungan ekosistem tersebut, Poltekpar NHI Bandung mengembangkan sistem pendampingan, pencatatan data, monitoring, evaluasi mutu, serta pengelolaan risiko. Pengembangan ini juga diarahkan untuk memantau perjalanan usaha mahasiswa dan lulusan, termasuk perkembangan produk, omzet, legalitas, akses pembiayaan, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusinya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui peta jalan pengembangan ENC 2025–2029, Poltekpar NHI Bandung menargetkan penguatan layanan kewirausahaan melalui perluasan kemitraan, peningkatan kualitas pendampingan, pengembangan laboratorium bisnis, keterlibatan alumni, pemanfaatan data, serta pemantauan keberlanjutan usaha mahasiswa setelah lulus.

Bagi Poltekpar NHI Bandung, capaian 36,89% bukan sekadar angka, melainkan indikator bahwa pendidikan vokasi dapat membuka lebih banyak pilihan bagi lulusan, baik menjadi tenaga profesional, mengembangkan usaha, maupun menjalankan keduanya secara bersamaan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |