Empat Tradisi Kalimantan Timur Lolos Sidang Warisan Budaya Tak Benda Nasional

2 weeks ago 4
Empat Tradisi Kalimantan Timur Lolos Sidang Warisan Budaya Tak Benda Nasional Sandiwara Mamanda (Sandima) adalah seni teter tradisional khas Samarinda.(Dok. Antara)

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan empat tradisi lokal berhasil lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional tahun 2026. Keberhasilan ini menambah daftar panjang kekayaan budaya "Benua Etam" yang diakui secara resmi oleh negara.

Pamong Budaya Disdikbud Kaltim, Lucia Dyah Prasetyarini, mengungkapkan bahwa dari total 33 usulan yang diajukan pada tahun ini, empat karya budaya telah dinyatakan lolos sidang di Kementerian Kebudayaan.

"Dari total 33 usulan pada tahun 2026, ada empat karya budaya yang sudah lolos sidang di Kementerian Kebudayaan," ujar Lucia di Samarinda, Rabu (29/7).

Daftar Tradisi yang Lolos

Keempat karya budaya yang berhasil meraih status WBTB nasional tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur, yaitu:

  • Kerajinan Anjat: Tas anyaman khas dari Kutai Barat.
  • Musik Petep: Tradisi musik asal Penajam Paser Utara.
  • Belian Kutai: Tradisi adat istiadat dari wilayah Kutai Timur.
  • Sandiwara Mamanda (Sandima): Seni pertunjukan dari Kota Samarinda.

Lucia menjelaskan bahwa sisa 29 usulan lainnya saat ini masih dalam tahap verifikasi dokumen. Proses ini melibatkan pengecekan mendalam terhadap video, dokumentasi foto, hingga kajian sejarah untuk memastikan tradisi tersebut telah berusia minimal 50 tahun.

Dalam waktu dekat, tim ahli kebudayaan dari pusat dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi sisa usulan tersebut. Upaya ini dilakukan guna melindungi seluruh tradisi berharga daerah agar tidak punah tergerus zaman.

Total 71 Karya Budaya

Hingga akhir tahun lalu, Kalimantan Timur telah memiliki 67 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB nasional. Dengan tambahan empat tradisi baru ini, total warisan budaya tak benda Kaltim kini resmi mencapai 71 karya.

Pemerintah daerah berharap pengakuan ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian, tetapi juga mampu menjadi daya tarik destinasi wisata edukasi unggulan. Strategi ini ditargetkan dapat mempertahankan posisi Kalimantan Timur dalam tiga besar provinsi pada Indeks Pemajuan Kebudayaan.

"Kami akan menggencarkan sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat awam semakin familier dan ikut melestarikan seluruh peninggalan warisan budaya ini," pungkas Lucia. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |