Fenomena Buck Moon Oranye, Sambut Musim Gerhana Agustus

2 weeks ago 32
Fenomena Buck Moon Oranye, Sambut Musim Gerhana Agustus ilustrasi(Magnific)

PENGAMAT langit di berbagai belahan dunia disuguhkan fenomena astronomi memukau pada malam ini, Rabu (29/7). Bulan purnama bulan Juli, yang dikenal secara tradisional sebagai Buck Moon, akan mencapai penampilan terbaiknya saat terbit di ufuk timur.

Kemunculan Buck Moon kali ini menjadi momen istimewa karena menjadi bulan purnama reguler terakhir sebelum memasuki rangkaian fenomena gerhana ganda, gerhana matahari total dan gerhana bulan sebagian, yang dijadwalkan terjadi pada Agustus mendatang.

Saat terbit di garis horison, bulan purnama kerap memperlihatkan rona warna oranye atau kemerahan yang hangat. Efek visual yang menakjubkan ini terjadi akibat fenomena pembiasan cahaya di atmosfer Bumi, yang dikenal sebagai Rayleigh scattering. Ketika Bulan berada di posisi rendah dekat garis cakrawala, cahayanya harus menembus lapisan atmosfer yang lebih tebal. Kondisi ini menyaring gelombang cahaya biru yang lebih pendek dan meloloskan gelombang cahaya merah serta oranye yang lebih panjang ke mata pengamat.

Sebutan Buck Moon sendiri berasal dari tradisi penduduk asli Amerika. Penamaan ini merujuk pada periode pertengahan hingga akhir musim panas, saat tanduk rusa jantan (buck) mulai tumbuh kembali setelah tanggal. Selain istilah Buck Moon, bulan purnama di bulan Juli ini juga sering disebut sebagai Thunder Moon karena sering bertepatan dengan tingginya frekuensi badai petir di belahan bumi utara selama puncak musim panas.

Fenomena Buck Moon malam ini sekaligus menutup rangkaian bulan purnama biasa sebelum dimulainya "musim gerhana" pada bulan berikutnya. Pada bulan Agustus, para pencinta astronomi akan disajikan dua peristiwa langit penting. Pertama, fenomena gerhana matahari total yang diperkirakan melintasi sejumlah wilayah di dunia. Kedua, fenomena gerhana bulan sebagian yang akan menutup rangkaian peristiwa langit tersebut.

Bagi para penggemar astronomi dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan rona oranye Buck Moon, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sesaat setelah Matahari terbenam, ketika Bulan baru saja merayap naik di ufuk timur. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat bantu khusus, selama kondisi langit cerah dan bebas dari tutupan awan tebal. (Live Science/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |