Festival Musik Perluas Peran Dukung Musisi Lokal

4 hours ago 2
Festival Musik Perluas Peran Dukung Musisi Lokal Persiapan festival musik Soundrenaline 2026(MI/Abi Rama)

MEMASUKI penyelenggaraan tahun 2026, Soundrenaline yang telah hadir sejak 2002 itu kini mengusung misi membangun ekosistem musik Indonesia dengan memberikan ruang bagi musisi, komunitas kreatif, hingga pelaku industri untuk berkembang bersama.

Representatif Soundrenaline, Abi Rahadi, mengatakan festival tersebut kini tidak hanya berfokus menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga ingin memberikan dampak yang lebih luas bagi industri musik nasional. Menurutnya, Soundrenaline harus mampu menjaga relevansi di tengah lahirnya generasi baru penikmat musik sekaligus menjadi wadah yang mendukung perkembangan talenta lokal.

"Soundrenaline itu sebenarnya festival musik paling besar di Indonesia dan sudah hadir sejak tahun 2002. Sekarang tantangannya adalah bagaimana kami terus menjaga relevansi dengan dunia musik Indonesia lintas generasi," ujar Abi Rahadi.

Ia menambahkan, Soundrenaline kini diarahkan menjadi sebuah platform yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pelaku industri.

"Soundrenaline sebagai sebuah platform event musik tidak hanya menghibur penonton, tapi juga bisa memberikan sesuatu yang lebih bermakna bagi dunia musik itu sendiri, terutama para pelakunya," katanya.

Talenta Lokal Jadi Prioritas

Pada penyelenggaraan tahun ini, Soundrenaline kembali menghadirkan sejumlah musisi internasional. Abi menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena permintaan terhadap penampil mancanegara masih tinggi, sementara kesempatan menyaksikan mereka di Indonesia relatif terbatas.

Selain menjadi daya tarik bagi penonton, kehadiran artis internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi musisi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.

"Kami memang mengundang beberapa artis internasional karena peminatnya cukup besar, tetapi yang tetap menjadi denyut nadi Soundrenaline adalah emerging national talent. Kita boleh mengapresiasi musisi internasional, tetapi mereka juga harus menjadi inspirasi agar talenta-talenta lokal bisa berkembang dengan baik," ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Soundrenaline kembali menghadirkan sejumlah musisi internasional. Abi menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena permintaan terhadap penampil mancanegara masih tinggi, sementara kesempatan menyaksikan mereka di Indonesia relatif terbatas.

Selain menjadi daya tarik bagi penonton, kehadiran artis internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi musisi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.

"Kami memang mengundang beberapa artis internasional karena peminatnya cukup besar, tetapi yang tetap menjadi denyut nadi Soundrenaline adalah emerging national talent. Kita boleh mengapresiasi musisi internasional, tetapi mereka juga harus menjadi inspirasi agar talenta-talenta lokal bisa berkembang dengan baik," ujarnya.

Abi menegaskan bahwa Soundrenaline memberikan perhatian besar terhadap pengembangan musisi Indonesia dari berbagai daerah agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk dikenal publik maupun industri.

The Lab Jadi Ruang Kolaborasi Industri Musik

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program The Lab, yang menjadi bagian dari rangkaian Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026. Program ini digelar pada Jumat (17/7) di Melting Pop, M Bloc Space, Jakarta, sebagai ruang kolaborasi, diskusi, dan pengembangan kapasitas bagi musisi, komunitas kreatif, serta pelaku industri musik nasional dan internasional.

The Lab menghadirkan empat agenda utama, yakni Speed Meeting, Talkshow, Listening Session, dan Networking Night, yang dirancang untuk mempertemukan para musisi dengan pelaku industri dan membuka peluang kolaborasi.

Abi mengatakan, banyak musisi berbakat di Indonesia yang masih menghadapi kendala dalam memperoleh akses dan membangun jaringan profesional.

"Talenta musisi nasional sebenarnya sangat banyak dan bagus-bagus, tetapi mereka sering terkendala akses maupun networking. The Lab diharapkan bisa membantu mereka bertemu dengan channel yang tepat untuk perkembangan karier musik mereka," tuturnya.

Program ini turut menghadirkan sejumlah tokoh industri musik nasional maupun internasional, di antaranya Phuong Le dari Wonderfruit Festival (Thailand), James Minor dari SXSW Music Festival (Amerika Serikat), Hydhir Ramli dari Baybeats/Esplanade (Singapura), David Karto dari Synchronize Festival, Ghana Banyubiru dari The Sounds Project, serta Ferry Dermawan dari Joyland Festival. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |