Ilustrasi(Antara)
BADAN sepak bola dunia, FIFA, menyatakan tetap bergeming menghadapi gelombang penolakan masif terhadap rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Meski dibayangi ancaman boikot dari UEFA dan kritik tajam dari berbagai konfederasi, organisasi yang dipimpin Gianni Infantino tersebut memastikan proses pembentukan perusahaan komersial baru ini akan terus berjalan.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (1/8), FIFA menegaskan bahwa seluruh 211 asosiasi anggotanya memiliki hak penuh untuk mempelajari proposal tersebut secara mendalam sebelum memberikan suara. FIFA juga secara tegas membantah tudingan bahwa mereka tengah berupaya menjual kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.
"Tidak ada yang menjual sepak bola. FIFA tidak akan pernah mempertimbangkan hal seperti itu," tulis pernyataan resmi FIFA menanggapi polemik yang berkembang.
Ancaman Boikot UEFA dan Penolakan Concacaf
Langkah FIFA ini merupakan respons langsung terhadap sikap keras UEFA. Sebelumnya, konfederasi sepak bola Eropa tersebut telah menyatakan akan memboikot seluruh kompetisi di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia, jika rencana pembentukan FFE yang membuka peluang kepemilikan saham bagi investor swasta tetap dilanjutkan.
Selain UEFA, konfederasi lain seperti Concacaf dan AFC juga telah menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka mempertanyakan transparansi proses penyusunan proposal serta potensi masuknya kepentingan investor dalam pengelolaan turnamen paling bergengsi di dunia tersebut. Namun, FIFA menilai masukan-masukan tersebut sebagai bagian dari proses konsultasi yang demokratis.
"Kami menghormati berbagai masukan dan kekhawatiran yang disampaikan secara terbuka serta menegaskan kembali komitmen kami terhadap proses konsultasi yang terbuka dan demokratis," tambah FIFA.
Valuasi Fantastis dan Iming-iming Dana Federasi
Di balik kontroversi ini, skema FIFA Forward Enterprise menjanjikan angka finansial yang sangat besar. FIFA memproyeksikan dapat menghimpun dana segar hingga US$4,2 miliar (sekitar Rp68 triliun) dengan valuasi perusahaan mencapai US$20 miliar (sekitar Rp325 triliun).
Rencana Alokasi Dana FFE (Mulai 2027):
- Pembayaran satu kali (one-time payment) sebesar US$20 juta (Rp325 miliar) untuk setiap 211 federasi anggota.
- Peningkatan dana program FIFA Forward periode 2027-2030 dari US$8 juta menjadi US$20 juta per federasi.
Klaim Disinformasi Media
FIFA berdalih bahwa penolakan yang terjadi saat ini sebagian dipicu oleh laporan media yang dianggap tidak akurat mengenai detail proposal FFE. Hal inilah yang menurut FIFA sempat mengganggu jalannya proses konsultasi dengan para anggota.
"Proses konsultasi yang telah kami rencanakan sempat terganggu oleh laporan media yang tidak tepat. Kami akan melanjutkan proses ini agar setiap asosiasi anggota memiliki kesempatan menyampaikan suaranya berdasarkan fakta," tegas organisasi tersebut.
FIFA belum menunjukkan tanda-tanda akan menarik proposal tersebut. Keputusan akhir mengenai nasib FIFA Forward Enterprise akan ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan seluruh asosiasi anggota FIFA dalam waktu dekat. (AFP/I-1)
















































