Kelas FFY yang berbasis kurikulum Prancis.(Dok.Istimewa)
DALAM ajang France Alumni Day 2026 melalui proyek bertajuk “Reimagining French Curriculum Support in Indonesia: Combining Education, Technology, and Cross-Border Mobility”, founder Kelas FFY, Kallista Nadia Adrianne meraih penghargaan sebagai Innovation Challenge Winner. Untuk diketahui Kelas FFY sendiri adalah kelas berbasis kurikulum Prancis.
Inovasi tersebut mengangkat gagasan pengembangan dukungan pembelajaran berbasis kurikulum Prancis di Indonesia melalui integrasi teknologi, pendekatan akademik yang terarah, serta kolaborasi lintas negara. Konsep ini menyoroti pentingnya akses yang lebih luas dan fleksibel bagi siswa yang menempuh pendidikan dengan sistem Prancis.
Nadia menekankan bahwa kebutuhan akan pendampingan akademik yang tepat menjadi semakin krusial, khususnya bagi anak-anak diaspora Indonesia maupun siswa yang bersekolah dengan bahasa pengantar Prancis.
“Banyak siswa Indonesia yang mengikuti kurikulum Prancis menghadapi tantangan bukan hanya pada bahasa, tetapi juga pada cara berpikir dan pendekatan akademiknya. Tanpa pendampingan yang sesuai, mereka bisa kesulitan mengikuti ritme pembelajaran di sekolah,” ungkapnya kemarin.
Menurut Nadia, program academic support yang terarah dapat membantu menjembatani kesenjangan tersebut. Pendampingan yang tepat tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam belajar di lingkungan internasional. Terutama bagi anak diaspora yang harus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda.
"Sejalan dengan visi tersebut, kami mengembangkan Kelas FFY sebagai platform pembelajaran yang menghadirkan layanan kursus pelajaran sekolah Prancis melalui program Academic Support. Layanan ini mencakup pendampingan untuk berbagai mata pelajaran seperti Matematika, Sains, Fisika, Kimia, hingga Sejarah dan Geografi, yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah Prancis," jelasnya.
Nadia menyebut, Kelas FFY ditujukan bagi siswa yang bersekolah dengan kurikulum Prancis, baik di Indonesia maupun di luar negeri, sehingga mereka dapat memperoleh dukungan belajar yang relevan dengan kebutuhan akademik mereka. Selain itu, Kelas FFY juga menyediakan program kursus bahasa yang mendukung kemampuan komunikasi dalam lingkungan pendidikan internasional.
"Melalui pendekatan yang menggabungkan pemahaman kurikulum, teknologi, dan pengalaman lintas sistem pendidikan, Kelas FFY menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi pembelajaran yang adaptif bagi siswa Indonesia di jalur pendidikan global," terangnya. (E-2)








































