Ganesha Operation Perkuat Kompetensi Guru di NTT, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional

1 week ago 26
Ganesha Operation Perkuat Kompetensi Guru di NTT, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional Pengajar Ganesha Operation bersama ratusan guru peserta Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026/2027(ISTIMEWA)

LEMBAGA bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui program penguatan kompetensi guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, GO menggelar Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya meningkatkan kesiapan pendidik menghadapi pelaksanaan TKA.

Workshop tersebut merupakan kelanjutan dari Seminar Pendidikan yang sebelumnya diikuti lebih dari 8.000 pelajar SMAN 1 Kupang, SMAN 3 Kupang dan SMAN 5 Kupang, dengan melibatkan guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dari berbagai SMA/SMK.

Para peserta mendapatkan materi dari pengajar terbaik Ganesha Operation mengenai penguatan penguasaan materi TKA, penyusunan prediksi soal, hingga strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa menghadapi asesmen akademik secara lebih optimal.


PERBAIKI KUALITAS PENDIDIKAN


Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan berdasarkan hasil TKA, provinsi tersebut masih berada pada peringkat ke-36 dari 38 provinsi, khususnya pada mata pelajaran wajib TKA, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.

Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.

"Angka ini membutuhkan jawaban bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tentu meningkatkan budaya baca, disiplin belajar, dan pemerataan akses pendidikan menjadi kebutuhan kita bersama dan membutuhkan kerja sama semua pihak," ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, workshop dirancang untuk membekali guru dengan strategi pembelajaran berbasis TKA. Selain memperdalam penyusunan soal, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik membimbing siswa menghadapi soal berbasis literasi, membaca grafik dan informasi visual, serta meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam menyelesaikan soal secara cepat dan tepat.

Guru juga diperkenalkan dengan ekosistem pembelajaran digital Ganesha Operation melalui Try Out Berbasis Komputer (TOBK) GO yang dirancang menyerupai pelaksanaan ujian sebenarnya, lengkap dengan sistem blocking time, penilaian berbasis Item Response Theory (IRT), serta mekanisme ujian digital.

Selain itu, diperkenalkan pula aplikasi GO Expert yang mengusung konsep Formula 3B, yaitu Belajar, Berlatih, dan Bertanding.


WAWASAN BARU

Guru Matematika SMAN 4 Kupang Yuliasmi N S D Kana mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari workshop itu, khususnya terkait penyusunan soal dan strategi mendampingi siswa menghadapi TKA.

"Kami belajar hal baru tentang bagaimana menyusun soal TKA yang baik dan juga trik serta tips bagaimana kami bisa membantu siswa agar dapat mengerjakan soal TKA dengan cara tepat dan cepat," katanya.

Ia menuturkan materi yang diperoleh akan langsung diterapkan dalam penyusunan asesmen pembelajaran di sekolah.

"Saya akan mencoba menyusun asesmen pembelajaran dengan soal-soal yang merujuk atau mirip dengan soal-soal TKA dengan memanfaatkan materi yang diberikan pemateri hari ini," tandas Yuliasmi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Kupang Ahmad Jais menilai peningkatan kompetensi guru jadi salah satu kunci mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademik dan pendidikan tinggi.

"Guru memiliki peran strategis dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan akademik, termasuk TKA dan persiapan menuju pendidikan tinggi," ungkapnya.

Ia berharap para guru yang mengikuti workshop mampu membawa strategi pembelajaran baru ke sekolah masing-masing sehingga siswa mendapatkan pendampingan yang lebih baik.

"Dengan guru yang makin siap dan kompeten, siswa juga bisa memperoleh pendampingan lebih baik dalam mempersiapkan masa depan akademiknya," tambah Jais.

Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib TKA merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi Ganesha Operation bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Setelah Seminar Pendidikan dan workshop guru, sinergi kedua pihak akan berlanjut melalui penyelenggaraan TOBK TKA Nasional SMA/SMK/MA 2026 pada Agustus mendatang.

Melalui rangkaian program itu, Ganesha Operation berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pendidikan dapat semakin memperkuat kualitas pembelajaran di NTT.

Penguatan kompetensi guru diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik sekaligus memperbesar peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |