Gelombang tinggi terjang pesisir pantai Gunungkidul, DIY.
REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Gelombang tinggi yang menerjang sejumlah kawasan pesisir selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Senin (10/8/2026) hingga Selasa (11/8/2026) menyebabkan sejumlah kerusakan, mulai dari perahu nelayan hingga warung di kawasan pantai. Fenomena tersebut diperkirakan mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter.
Dari pendataan, ada 22 perahu yang mengalami kerusakan. Salah satu yang terdampak di kawasan Pantai Baron. Gelombang besar menghantam perahu-perahu nelayan yang sebelumnya telah diamankan di sebelah barat dam. Sedikitnya 11 perahu di kawasan ini terdampak, dengan kondisi empat perahu mengalami kerusakan parah, sedangkan tujuh lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain itu, di Pantai Gesing ada empat perahu yang mengalami rusak berat, dua perahu tenggelam di dermaga, dan lima perahu rusak ringan. Marjono mengatakan berdasarkan prediksi BMKG gelombang tinggi akan berlangsung sampai 15 Agustus.
"Gelombang cukup besar. Karena besarnya gelombang sehingga merusak beberapa kapal nelayan," kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, Kamis (13/8/2026).
Gelombang tinggi tak hanya merusak perahu nelayan, tetapi juga berdampak pada akses penghubung antarwilayah pesisir. Gelombang tersebut membuat jembatan penghubung Pantai Buluk dan Pantai Krakal putus. Tak hanya itu, hempasan gelombang juga mencapai kawasan aktivitas warga di sepanjang pantai bahkan sampai menerjang warung-warung milik warga yang berada di pinggir pantai.
Salah satu warung kecil di pinggir Pantai Jungwok diketahui mengalami kerusakan ringan akibat terjangan gelombang. Namun, dampaknya tidak meluas karena sebelumnya pedagang telah mendapat informasi mengenai potensi gelombang tinggi. Mereka pun telah mengungsikan barang dagangan ke lokasi yang lebih aman.

3 hours ago
6











































