Pangdam Iskandar Muda Minta Patroli Karhutla di Aceh Ditingkatkan

3 hours ago 7

Ilustrasi kawasan terdampak Karhutla.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR — Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo meminta seluruh personel meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh. Langkah tersebut dinilai penting karena ancaman karhutla meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.

“Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, hingga stabilitas wilayah,” kata Pangdam IM dalam amanat tertulis yang dibacakan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko di Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Amanat tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla sekaligus Pengamanan Hari Damai Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang.

Pangdam menekankan pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian seluruh unsur di lapangan. Patroli perlu diperkuat, disertai edukasi kepada masyarakat serta komunikasi yang intensif dengan pemangku kepentingan hingga tingkat desa.

Ia juga meminta seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, serta melaporkan setiap perkembangan secara berjenjang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya ditunjukkan melalui kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga melalui kemampuan seluruh unsur untuk bergerak secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.

Peningkatan kewaspadaan dilakukan ketika sejumlah kejadian karhutla mulai tercatat di Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sedikitnya 20 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga Mei 2026 dengan luas lahan terbakar sekitar 247 hektare.

Ancaman tersebut berlanjut memasuki Agustus. Di Aceh Besar, BPBA mencatat karhutla terjadi di sembilan lokasi pada 10 Agustus dengan luas lahan terbakar sekitar 16,87 hektare. Sehari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Kuta Malaka dan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |