Petugas pemadam kebakaran bekerja di luar AEON Mall Kumamoto yang rusak, sebuah kompleks perbelanjaan besar di Kota Kashima, menyusul gempa bumi yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, Rabu (29/6/2026).(Xinhua/Jia Haocheng)
JUMLAH korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, wilayah barat daya Jepang, dilaporkan terus meningkat. Hingga Kamis (30/7), Sekretaris Kabinet Utama Jepang, Minoru Kihara, mengonfirmasi sedikitnya 28 orang dinyatakan tewas akibat bencana tersebut.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih difokuskan pada sejumlah titik kerusakan parah. Tim penyelamat terus menyisir reruntuhan pusat perbelanjaan yang ambruk serta sebuah pabrik kertas yang terdampak signifikan oleh guncangan hebat yang terjadi pada Selasa lalu di Pulau Kyushu.
Data Terkini Dampak Gempa Kumamoto (Per 30 Juli 2026):
| Kekuatan Gempa | Magnitudo 7,1 |
| Korban Meninggal | 28 Orang (Terkonfirmasi) |
| Jumlah Pengungsi | > 10.000 Orang |
| Lokasi Terdampak Utama | Kumamoto, Pulau Kyushu |
| Status Infrastruktur | Listrik & Air Terputus di Ribuan Rumah |
Lumpuhnya Transportasi dan Infrastruktur
Berdasarkan laporan Kantor Berita Kyodo, operasional kereta cepat Kyushu Shinkansen yang menghubungkan Stasiun Kumamoto dan Kagoshima-Chuo masih dihentikan sementara. Langkah ini diambil guna memberikan ruang bagi petugas teknis untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi rel dan struktur jembatan yang dikhawatirkan mengalami keretakan.
Meski demikian, pihak operator menargetkan pemulihan layanan secara bertahap. Jalur Shinkansen antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka menuju Stasiun Kumamoto diproyeksikan dapat kembali beroperasi pada Kamis sore, dengan catatan kondisi keamanan infrastruktur telah dinyatakan memenuhi standar keselamatan.
Krisis Kemanusiaan di Pengungsian
Di luar kerusakan fisik, krisis kemanusiaan mulai membayangi ribuan warga yang terdampak. Pemerintah Prefektur Kumamoto mencatat lebih dari 10.000 orang masih bertahan di pusat-pusat evakuasi hingga Kamis pagi. Kondisi ini diperparah dengan belum pulihnya pasokan listrik dan air bersih ke ribuan rumah tangga.
Otoritas setempat menyatakan kekhawatiran atas kesejahteraan para pengungsi, terutama mengingat gempa susulan masih terus terjadi secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak kembali ke bangunan yang strukturnya sudah tidak stabil, karena potensi gempa lanjutan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Anadolu/Fer/I-1)
















































