Gempa Kumamoto: PM Jepang Kerahkan 4.600 Personel guna Evakuasi Korban

2 weeks ago 4
 PM Jepang Kerahkan 4.600 Personel guna Evakuasi Korban PM Jepang Sanae Takaichi menambah personel SDF menjadi 4.600 orang untuk evakuasi gempa Kumamoto M 7,1.(Dok. BBC)

PERDANA Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan peningkatan jumlah personel Pasukan Bela Diri (SDF) menjadi 4.600 orang untuk mempercepat penanganan pascagempa bermagnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto. Langkah ini diambil guna memaksimalkan operasi pencarian dan penyelamatan yang kini memasuki masa kritis.

"Kami telah meningkatkan jumlah personel Pasukan Bela Diri dibandingkan kemarin menjadi 4.600 orang. Selain itu, ada juga 2.000 personel polisi yang dikerahkan," ujar Takaichi dalam rapat satuan tugas tanggap darurat di Tokyo, Rabu (29/7).

Selain personel militer dan kepolisian, pemerintah Jepang juga menerjunkan lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran ke lokasi bencana. Di Jepang, petugas pemadam kebakaran memegang peran sentral dalam operasi penyelamatan teknis serta layanan ambulans darurat.

Fokus utama tim penyelamat saat ini tertuju pada dua titik krusial, yakni pusat perbelanjaan AEON di Kota Kashima dan pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro. Takaichi mengonfirmasi adanya laporan korban jiwa dan warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan tersebut.

"Tiga orang meninggal dunia di pusat perbelanjaan AEON dan masih banyak orang berada di dalam gedung. Di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, tempat cerobong runtuh, banyak orang masih hilang," ungkap PM Takaichi.

Hingga saat ini, sedikitnya 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa dangkal yang terjadi pada Selasa siang tersebut. Gempa dengan kedalaman 16 kilometer ini mengguncang Pulau Kyushu dan memaksa ribuan warga meninggalkan kediaman mereka untuk mengungsi.

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan tanpa henti. "Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran terus berlangsung. Lebih dari 20 jam telah berlalu sejak gempa terjadi dan banyak orang masih menunggu untuk diselamatkan. Ini adalah perlombaan melawan waktu," pungkasnya. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |