Hadiri Rakorda PSI Kota Kupang, Jokowi: Jangan Sedikit-Sedikit ke Solo

1 week ago 4
 Jangan Sedikit-Sedikit ke Solo PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Rakorda DPD PSI, Kupang.(Dok. MI)

PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melontarkan kelakar saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8) sore, yang dihadiri ratusan kader PSI.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta kader PSI tetap berada di tengah-tengah rakyat dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui jenjang organisasi partai.

"Dengarkan keluhan-keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau tidak bisa, disampaikan dan minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau tidak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau tidak bisa lagi, ke DPP. Kalau tidak bisa lagi, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo," kata Jokowi yang disambut tawa para kader PSI.

Jokowi mengatakan, kader PSI tidak boleh kehilangan kedekatan dengan masyarakat, tetapi harus hadir secara konsisten dan memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat.

"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir dengan konsisten, dan PSI harus bisa menghadirkan manfaat yang nyata, yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat," ujarnya.

Ia juga meminta struktur partai tidak hanya dibentuk sebagai formalitas, tetapi benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat. Kader  juga harus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik saat warga menggelar hajatan maupun ketika mengalami musibah.

"Rakyat bahagia, misalnya ada kawinan, hadir. Tetangga ada yang ulang tahun, datang. Dan juga di saat rakyat kita kesusahan, ada tetangga, kematian, datang. Ada tetangga yang sakit, hadir dan tengok. Ada rakyat yang kena musibah, hadir. Syukur-syukur bisa membawa bantuan. Itu struktur yang hidup dan bekerja, struktur yang fungsional, bukan hanya formalitas," ujarnya.

Selain itu, ia meminta kader PSI lebih aktif memperkenalkan PSI kepada masyarakat. Menurutnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan. Pasalnya.

"PSI ini baru dikenal oleh 78 persen rakyat Indonesia, dan rakyat kita yang tahu logo PSI baru 48 persen. Jadi kita harus mau bekerja mengenalkan diri, sehingga rakyat tahu bahwa PSI itu logonya gajah," kata Jokowi. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |