Mediator dari Mesir, Amerika Serikat, Qatar, dan Turki dijadwalkan bertemu di Kairo, Mesir, untuk membahas fase lanjutan gencatan senjata Gaza.(Ahram Online)
KELOMPOK perlawanan Hamas dan sejumlah faksi Palestina dilaporkan telah menyepakati peta jalan pelaksanaan fase kedua gencatan senjata di Jalur Gaza. Kesepakatan tersebut menjadi langkah baru untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pemulihan dan rekonstruksi wilayah yang dilanda perang.
Menurut laporan televisi pemerintah Mesir pada Jumat (31/7), kesepakatan itu juga menjadi landasan pelaksanaan fase lanjutan gencatan senjata yang dimediasi Mesir, Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Turki.
Seorang sumber yang mengetahui proses perundingan mengatakan para mediator dari negera-negara tersebut akan segera bertemu di Kairo guna menegaskan kembali komitmen seluruh pihak terhadap pelaksanaan kesepakatan.
"Pertemuan akan segera digelar di Kairo dengan mempertemukan para mediator dari Mesir, Amerika Serikat, Qatar, dan Turki untuk menegaskan kembali komitmen para pihak dalam melaksanakan isi perjanjian," kata sumber tersebut.
Tanggal Belum Diumumkan
Menurut sumber itu, kesepakatan mencakup masuknya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) ke Jalur Gaza guna mulai menjalankan fungsi pemerintahan transisi. Komite tersebut akan bekerja bersama pasukan internasional sebagai bagian dari persiapan pemulihan awal dan proyek rekonstruksi.
NCAG dibentuk untuk mengelola pemerintahan sehari-hari pada masa transisi pascaperang. Namun, hingga kini komite tersebut belum dapat memasuki Gaza karena mendapat penolakan dari Israel dan sementara beroperasi dari Mesir.
Kesepakatan juga mengatur bahwa NCAG akan mengawasi proses pendataan dan penyimpanan senjata secara bertahap.
"Proses pendataan senjata akan dilakukan secara bertahap dan dimulai setelah Komite Nasional memasuki Gaza serta pasukan penjaga perdamaian internasional ditempatkan," ujar sumber tersebut.
Sumber yang sama mengatakan Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya memberikan tanggapan positif terhadap usulan para mediator yang bertujuan menjaga stabilitas di Gaza sekaligus mempercepat proses rekonstruksi.
Presiden AS Donald Trump turut menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas peran mereka dalam memfasilitasi tercapainya kesepakatan tersebut.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, kekerasan masih terus terjadi di Gaza. Otoritas kesehatan di Gaza mencatat sedikitnya 1.200 orang tewas dan lebih dari 4.000 lainnya terluka akibat serangan yang terus berlangsung selama periode gencatan senjata. (Ahram Online/China Daily/B-3)
















































