Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Mohamad Tonny Harjono memeriksa pasukan.(Dok.Istimewa)
DERAP langkah ratusan tentara dan ASN TNI AU memecah keheningan lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) di Sleman, DIY, Rabu (29/7). Hentakan musik marching band Gita Dirgantara memberi semangat jelang upacara peringatan Hari Bakti TNI AU ke-79.
Dalam amanatnya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Mohamad Tonny Harjono menegaskan, TNI AU berkomitmen terus mengobarkan semangat pengabdian para pendahulu dalam menghadapi tantangan geopolitik dan perkembangan teknologi yang kian dinamis.
Tepat satu tahun sejak ditetapkannya arah transformasi TNI AU melalui program prioritas, proses pembinaan dan penguatan kekuatan udara nasional terus dilanjutkan secara intensif. "Modernisasi tidak berhenti pada hadirnya alutsista baru, tetapi harus diikuti kesiapan operasi, sistem yang andal, serta personel yang mampu mengawasi, mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkannya sehingga benar-benar menghadirkan daya gentar bagi negara," jelasnya.
Selain alutsista, domain pertahanan pun kini telah meluas melebihi wilayah udara konvensional. Kesiapan operasional kini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di udara, tetapi juga oleh kesiapan pada domain siber, informasi, serta spektrum elektromagnetik.
"Transformasi harus berjalan sebagai salah satu kekuatan untuk membangun kesiapan tindakan negara yang utuh dalam menjaga kedaulatan wilayah," imbuh dia.
KSAU mengatakan sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah melengkapi dan memodernisasi alutsista TNI Angkatan Udara mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut dengan heli yang berbagai jenis, termasuk radar dan rudal, baik dari udara ke udara maupun rudal dari darat ke udara.
Alutsista yang sudah datang ada enam pesawat Rafale, enam pesawat Falcon, dan dua pesawat A400. Kemudian yang sedang berproses ini penyiapan 2 radar yang kita tempatkan di Takalar dengan di Banjarbaru.
"Mudah-mudahan (dua radar tersebut) dalam waktu dekat sudah mulai bisa beroperasi," kata dia. Alutsista tersebut akan memperkuat sistem pertahanan NKRI.
TNI AU bekerja sama dengan instansi lain untuk mengawasi area udara, seperti Kementerian Perhubungan. "Kita integrasikan kemudian bisa dilihat di dalam big screen yang besar sehingga tidak ada daerah di Indonesia ini saat ini yang tidak terawasi.
"Jadi semua terawasi, tetapi nanti ke depan kami angkatan udara memiliki kemampuan sendiri. Dan tentunya tetap kita integrasikan dengan instansi-instansi lainnya yang bisa mendukung pertahanan negara," tegas dia.
HARI BAKTI
Peringatan Hari Bakti merujuk pada peristiwa bersejarah 79 tahun lalu, 29 Juli 1947, ketika para pelopor Angkatan Udara melancarkan serangan udara pertama terhadap kedudukan musuh di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa, yang disusul dengan gugurnya para putra terbaik bangsa dalam misi kemanusiaan pada hari yang sama.
"Dari peristiwa itulah lahir Hari Bakti TNI Angkatan Udara yang mengajarkan bahwa keberanian, ketulusan, dan pengorbanan merupakan fondasi utama pengabdian seorang prajurit. Nilai-nilai itulah yang terus hidup dalam jati diri TNI Angkatan Udara hingga hari ini," tegas dia.
Ia menggarisbawahi, setiap generasi menghadapi tantangan strategisnya masing-masing. Generasi saat ini dituntut untuk responsif terhadap dinamika lingkungan global yang berubah sangat cepat.
Jika para pendahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, generasi kita menghadapi lingkungan strategis yang berubah semakin cepat. "Perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman siber, perang informasi, serta karakter operasi multidomain menuntut kesiapan dan cara berpikir yang terus berkembang," terang dia.
TNI AU juga menggelar kegiatan bakti sosial di seluruh Lanud dan juga merenovasi fasilitas umum, memperbaiki rumah-rumah ibadah, hingga pemberian sembako. "Harapannya apa yang kami laksanakan bisa meringankan beban masyarakat. Kami ingin program-program yang dilaksanakan oleh angkatan udara dirasakan oleh seluruh masyarakat," ungkap dia.
Dengan semangat Hari Bakti TNI AU, ia mengajak seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan TNI AU untuk mengaktualisasikan semangat Hari Bakti dalam tugas sehari-hari.
"Jadikan setiap penugasan sebagai penghormatan, setiap perubahan sebagai dorongan untuk terus belajar, dan setiap tantangan sebagai kesempatan meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara," tuturnya.
Dengan semangat itulah, pesan dia, kita akan terus memberikan bakti terbaik bagi bangsa, sebagai wujud bakti TNI Angkatan Udara untuk Indonesia Maju. (E-2)
















































