Harimau Sumatra di Inhil Riau.(Dok. BBKSDA Riau)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menindaklanjuti laporan interaksi negatif antara manusia dan Harimau Sumatra di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7) tersebut melibatkan satwa liar yang masuk ke pemukiman dan menerkam ternak milik warga.
Merespons kejadian ini, BBKSDA Riau menurunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan pengecekan lapangan dan langkah mitigasi. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa tim telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian dengan didampingi perangkat desa dan Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung.
Identifikasi Jejak dan Pemantauan Udara
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tim menemukan jejak baru yang diduga kuat milik Harimau Sumatra. Jejak tersebut memiliki dimensi panjang telapak kaki 14 cm dan lebar 13 cm.
"Untuk mengetahui pergerakan satwa liar Harimau Sumatra tersebut, tim melakukan pemasangan camera trap dan melakukan pemantauan melalui udara dengan menerbangkan drone di sekitar lokasi kejadian," ujar Supartono pada Rabu (29/7).
Langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat
Selain pemantauan teknis, BBKSDA Riau juga fokus pada langkah preventif guna menghindari jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil lebih lanjut. Tim memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta perangkat desa setempat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun atau area sekitar lokasi kemunculan satwa.
Supartono menyarankan beberapa langkah praktis bagi warga, di antaranya:memastikan hewan ternak seperti sapi dan kambing dikandangkan dengan aman agar tidak memicu kedatangan harimau ke pemukiman dan membuat meriam spirtus sebagai alat penghalau suara guna mendorong harimau kembali ke habitat aslinya.
Perlindungan Satwa Kunci
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa Harimau Sumatra merupakan satwa kunci yang dilindungi oleh undang-undang dan menjadi kebanggaan Pulau Sumatra.
"Untuk itu mari kita jaga alam dan isinya untuk kesejahteraan masyarakat," pesan Satyawan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat keamanan setempat jika melihat atau mengetahui keberadaan Harimau Sumatra. Kerja sama antara warga dan petugas diharapkan dapat menjaga kelestarian satwa dilindungi sekaligus menjamin keamanan ruang hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan. (H-3)
















































