Petenis Filipina Alexandra Eala(Glyn KIRK/AFP)
PETENIS Filipina Alexandra Eala menyingkirkan juara bertahan Leylah Fernandez untuk melaju ke perempat final Washington Terbuka, sementara juara bertahan sektor putra Alex de Minaur memastikan tempat di babak kedua.
Eala yang berusia 21 tahun mengalahkan unggulan ketujuh asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor 6-2, 7-6 (7-1), Rabu (29/7) waktu setempat. Kemenangan itu diraih setelah Eala bangkit dari ketertinggalan 1-5 pada set kedua untuk mengamankan tiket ke delapan besar.
Hasil tersebut melanjutkan musim impresif Eala. Bulan lalu, ia mencuri perhatian setelah mengalahkan Iga Swiatek di Wimbledon dan menjadi petenis Filipina pertama yang mencapai babak 16 besar Grand Slam. Pencapaian itu juga mengantarkannya naik ke peringkat 28 dunia.
"Semuanya terasa seperti kabur saat ini. Saya benar-benar berusaha tetap fokus pada setiap momen, dan saya siap menghadapi apa pun yang terjadi," kata Eala dikutip dari AFP.
Pada babak perempat final, Eala akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan kedua asal Ukraina Elina Svitolina dan petenis Uzbekistan Polina Kudermetova.
Sementara itu, unggulan pertama sektor putra Alex de Minaur mengalahkan Stefanos Tsitsipas 6-4, 3-6, 6-3 untuk memastikan langkah ke babak kedua.
Hasil tersebut mempertemukan petenis Australia itu dengan rekan senegaranya, Cruz Hewitt, putra legenda tenis Australia Lleyton Hewitt, yang sebelumnya meraih kemenangan pertama sepanjang kariernya di ATP Tour.
De Minaur mengakhiri catatan kurang baik melawan Tsitsipas. Sebelum pertandingan itu, ia hanya meraih satu kemenangan dari 13 pertemuan melawan mantan petenis nomor tiga dunia asal Yunani tersebut.
"Bukan rahasia lagi bahwa catatan pertemuan saya melawannya tidak terlalu baik. Dia sudah berkali-kali mengalahkan saya," ujar De Minaur.
"Saya senang dengan cara saya menjalani pertandingan hari ini. Saya memainkan laga ini berdasarkan situasinya sendiri dan pada akhirnya menemukan cara untuk menang dalam pertandingan yang sangat sulit," imbuhnya.
De Minaur mengatakan banyak kekalahannya dari Tsitsipas terjadi ketika dirinya belum berkembang seperti sekarang.
"Saat itu saya mungkin belum menjadi pemain seperti sekarang," ucapnya. (AFP/P-4)
















































