Houthi Bantah akan Kenakan Tarif Kapal di Selat Bab al-Mandab, Jalur Tetap Gratis

1 week ago 30
Houthi Bantah akan Kenakan Tarif Kapal di Selat Bab al-Mandab, Jalur Tetap Gratis Selat Bab al-Mandab, Yaman.(Google Maps)

KELOMPOK Kelompok Houthi di Yaman membantah laporan yang menyebut mereka berencana mengenakan tarif kepada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab al-Mandab. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (1/8), Houthi menyampaikan bahwa pelayaran melalui jalur strategis tersebut tetap dapat dilakukan tanpa biaya.

Pernyataan itu disampaikan melalui Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan atau Humanitarian Operations Coordination Center (HOCC), lembaga yang dikelola Houthi untuk mengoordinasikan komunikasi terkait aktivitas pelayaran di kawasan.

HOCC menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada keputusan maupun rencana yang sedang dipertimbangkan untuk memberlakukan tarif transit bagi kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab. Menurut HOCC, layanan Safe Passage atau Jalur Aman yang disediakan kepada perusahaan pelayaran bersifat sukarela dan tidak dipungut biaya.

Layanan tersebut bertujuan memberikan konfirmasi kepada kapal-kapal yang tidak termasuk dalam daftar embargo maritim Houthi sehingga dapat melintasi Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Teluk Aden, dan Laut Arab dengan lebih aman.

Pusat tersebut menjelaskan bahwa perusahaan pelayaran yang menginginkan kepastian status dapat mendaftarkan kapalnya. Namun, HOCC menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak menjadi sasaran embargo tetap dapat melintas meskipun tidak melakukan pendaftaran.

Selain itu, HOCC mengingatkan perusahaan pelayaran agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan lembaga tersebut untuk meminta pembayaran atau memperoleh informasi tertentu.

"Setiap individu atau entitas yang meminta pembayaran uang sebagai imbalan atas pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab tidak mewakili pusat ini," kata HOCC.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan Laut Merah. Sebelumnya, pada 20 Juli, Houthi mengumumkan larangan bagi kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi untuk melintasi Laut Merah.

Kelompok itu menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons terhadap dugaan blokade yang dilakukan Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Houthi di Yaman.

Selat Bab al-Mandab sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Selat sempit ini menghubungkan Teluk Aden dengan bagian selatan Laut Merah dan menjadi rute utama perdagangan internasional serta distribusi energi menuju dan dari Terusan Suez.

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014 ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu. Situasi tersebut kemudian memicu intervensi militer koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. (Fer/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |