Pnampilan tari kolosal Maeki Ri Mangkasara(tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
PERINGATAN HUT ke-81 kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), dirancang dengan penekanan lebih kuat pada budaya dan kesenian Nusantara.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Panitia Perayaan HUT RI tingkat pusat, Prasetyo Hadi, mengatakan konsep tersebut ditujukan untuk menjaga tradisi Indonesia agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Prasetyo mengatakan, penggunaan pakaian adat hingga suvenir yang menampilkan permainan tradisional menjadi bagian dari upaya tersebut. Pada peringatan tahun ini, ia mengenakan pakaian adat Palembang meski berasal dari Jawa.
"Ya, maknanya sebenarnya supaya kita ada mengingat juga hal-hal yang menjadi tradisi-tradisi kita selama ini menjadi budaya-budaya kita," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Menurut Prasetyo, sejak awal panitia memang menyusun konsep perayaan dengan menghadirkan lebih banyak unsur budaya dan kesenian yang dimiliki Indonesia. Langkah itu dinilai penting untuk mempertahankan berbagai tradisi sekaligus mengenalkannya kepada generasi mendatang.
"Sejak awal kami selaku ketua panitia perayaan HUT tingkat pusat, memang bersama dengan Ketua Panitia kita mengkonsep acara peringatan itu dengan lebih banyak menampilkan budaya-budaya dan kesenian-kesenian yang kita miliki. Semata-mata untuk menjaga semua tradisi kita dan melestarikan kepada generasi-generasi yang akan datang," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prasetyo juga menjelaskan kapasitas undangan yang disiapkan untuk mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan di Istana. Awalnya, panitia menyediakan sekitar 8.100 kursi. Jumlah itu kemudian ditambah dua blok dengan kapasitas masing-masing 1.700 orang untuk acara pagi dan sore hari saat prosesi penurunan bendera.
Panitia juga menyiapkan fasilitas bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk masuk ke area Istana. Tenda didirikan di Jalan Merdeka Utara lengkap dengan layar lebar sehingga masyarakat tetap dapat menyaksikan dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi dari luar halaman Istana.
Prasetyo mengakui tingginya antusiasme masyarakat membuat tidak semua pendaftar dapat memperoleh tiket. Bahkan, sebagian warga yang tahun lalu belum berhasil mendapatkan tiket kembali belum beruntung pada tahun ini.
"Sekaligus kami sebagai panitia terus terang memohon maaf karena keterbatasan, kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar belum pernah juga, tahun lalu juga belum menang, belum beruntung mendapatkan tiket, tahun ini juga belum beruntung lagi dan kami mewakili panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya," tuturnya.
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Prasetyo menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Ia menekankan pentingnya kerja keras untuk membangun negara yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
"Ya, sebagaimana tema yang kita pilih, Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," kata Prasetyo.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Menjaga persatuan dan persatuan yang ada di kita sebagai anak bangsa," sambungnya.
Dalam peringatan tahun ini, kehadiran Dewi Soekarno turut menjadi perhatian. Prasetyo menjelaskan, keluarga para presiden dan wakil presiden terdahulu pada dasarnya memang mendapat undangan dalam peringatan kemerdekaan, meski kehadiran mereka menyesuaikan waktu dan agenda masing-masing.
Dewi Soekarno dapat hadir tahun ini karena sedang berada di Indonesia, khususnya Jakarta, sehingga waktunya bertepatan dengan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Memang setiap tahun kan kita sebenarnya, hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdaulu, hanya memang tidak selalu di setiap tahun, beliau-beliau itu memiliki waktu atau jadwalnya bisa sesuai," jelas Prasetyo.
"Nah, tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir," pungkasnya.
Sementara itu, Dewi Soekarno menyatakan, lingkungan Istana saat ini telah banyak mengalami perubahan. "Saya kaget sekali istana nya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar sekarang ada gedung," tuturnya. (P-4)















































