HUT ke-81 RI, Panglima Laot Aceh Ingatkan Pantangan Melaut

5 hours ago 6
HUT ke-81 RI, Panglima Laot Aceh Ingatkan Pantangan Melaut Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar.(Istimewa)

PANGLIMA Laot Aceh mengimbau seluruh nelayan di Aceh tidak melaut pada Senin (17/8) sejak pagi hingga sore untuk menghormati peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum perdamaian Aceh.

Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, mengatakan larangan melaut pada hari-hari tertentu merupakan pantangan yang telah disepakati masyarakat hukum adat laot di seluruh lhok di Aceh sejak dahulu.

"Kita manfaatkan momentum peringatan Hari Damai dan Kemerdekaan untuk introspeksi, zikir dan doa," ujar Azwir dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Menurut dia, salah satu fungsi Panglima Laot adalah menjaga adat istiadat laot, termasuk menerapkan pantangan melaut pada hari tertentu, seperti Idul Fitri, Idul Adha, peringatan tsunami, dan peringatan kemerdekaan.

Karena itu, Panglima Laot Aceh juga mengimbau para nelayan memperbanyak zikir dan doa di wilayah masing-masing selama momentum peringatan tersebut.

Selain mengingatkan nelayan untuk menghormati adat, Azwir mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh yang dinilainya sebagai anugerah dari Allah.

"Bagaimanapun perdamaian adalah anugerah dari Allah Swt. Tugas kita untuk menjaga dan merawatnya," kata Azwir.

Ia juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah Aceh terus memperhatikan kondisi masyarakat, khususnya nelayan yang menghadapi tekanan ekonomi.

Menurut Azwir, perhatian pemerintah semakin penting bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologis. Ia menyebut masih terdapat kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, mulai dari tempat tinggal, kerusakan kuala, tambak ikan dan udang, hingga fasilitas nelayan.

Azwir menilai perdamaian Aceh seharusnya memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, perdamaian tidak boleh justru memperbesar kesenjangan atau membuka ruang bagi praktik penyalahgunaan kekuasaan.

"Damai ini kita berharap dapat mensejahterakan rakyat, bukan sebaliknya membuat rakyat lebih menderita karena ketidakadilan, korupsi dan nepotisme keluarga pejabat," ujar alumnus Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) ini.

Ia menegaskan momentum peringatan perdamaian dan kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen menjaga kesejahteraan masyarakat Aceh, terutama nelayan. (B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |