Rektor UPI Didi Sukyadi memberikan memberikan cinderamata kepada Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo.(Dok.UPI)
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan program dual degree jenjang doktoral bersama Indiana University, Amerika Serikat. Program tersebut menjadi salah satu tindak lanjut penguatan kerja sama internasional UPI dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga di Amerika Serikat.
Program dual degree itu dimotori Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI. Dalam skema awal, mahasiswa akan menjalani studi selama satu tahun di UPI sebelum melanjutkan pendidikan di Indiana University. Dua mahasiswa UPI direncanakan mengikuti program tersebut pada tahap awal.
Rektor UPI Didi Sukyadi mengatakan penguatan kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penjajakan atau penandatanganan kerja sama. Menurut dia, berbagai peluang yang telah terbuka harus diwujudkan menjadi program akademik yang dapat dijalankan.
“Jangan sampai penjajakan kerja sama ini menjadi sia-sia. Ibaratnya pintunya sudah dibukakan. Secara kebijakan sudah terbuka, sudah ada negosiasi, tinggal implementasinya,” kata Didi.
Dia mengatakan program dual degree tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, tetapi juga berpeluang dikembangkan untuk program studi kependidikan lainnya di lingkungan UPI.
Selain dual degree, kerja sama dengan Indiana University mencakup joint research, sabbatical leave, dan visiting professor. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas kesempatan mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dan kegiatan penelitian.
PENGUATAN JEJARING
Penguatan jejaring juga dilakukan dengan University of Florida. Kerja sama yang sebelumnya berkembang melalui kegiatan riset antara akademisi UPI dan University of Florida diarahkan untuk mencakup bidang akademik lainnya.
“Peluang kerja sama akademik juga dibahas bersama University of Florida. Kolaborasi yang sebelumnya telah terbangun melalui kegiatan riset antara akademisi UPI dan University of Florida diarahkan untuk berkembang ke bidang akademik lainnya, termasuk penjajakan program doktoral bidang arsitektur dan bidang relevan lainnya,” ujar Didi.
Menurut dia, UPI dan University of Florida juga menjajaki program visiting professor, student mobility, kerja sama bidang pariwisata, serta Collaborative Online International Learning (COIL). Program COIL memungkinkan mahasiswa dan akademisi dari perguruan tinggi berbeda mengikuti pembelajaran lintas negara secara daring.
UPI juga memperluas jejaring melalui Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center di Silver Spring, Maryland. Kerja sama tersebut diarahkan untuk program pengabdian kepada masyarakat internasional dan internship.
Selain pendidikan dan penelitian, UPI mendorong internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington. Kerja sama pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 31 Juli 2026.
Dalam program tersebut, UPI akan menugaskan empat pengajar Bahasa Indonesia-Inggris untuk memberikan pembelajaran secara daring kepada peserta di Amerika Serikat. Program BIPA tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan kebudayaan, nilai, dan identitas Indonesia.
BUKA KESEMPATAN
Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Vanessa Gaffar mengatakan terbukanya kerja sama internasional memberikan kesempatan lebih luas bagi sivitas akademika untuk memperoleh pengalaman global.
“Semakin terbuka peluang buat sivitas akademika UPI untuk memanfaatkan berbagai peluang ini untuk menambah pengalaman internasional. Intinya, pintu sudah terbuka, tinggal bagaimana memanfaatkan pintu-pintu ini,” katanya.
Vanessa menegaskan pemanfaatan jejaring internasional harus memberikan dampak bagi institusi, bukan hanya kepentingan individu dosen atau mahasiswa. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat posisi UPI dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Delegasi UPI sebelumnya melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada 26 Juli hingga 9 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibangun dengan mitra di negara tersebut.
Ke depan, UPI akan memprioritaskan implementasi berbagai program, mulai dari dual degree, joint research, visiting professor, student mobility, COIL, internship, pengabdian kepada masyarakat internasional, hingga pengembangan BIPA. Langkah tersebut diarahkan agar kerja sama internasional menghasilkan program konkret dan manfaat bagi sivitas akademika.(E-2)















































