REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.075,406 pada Kamis (15/1/2026). Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai lonjakan pasar saham tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional yang ditargetkan tumbuh 5,4–5,5 persen pada 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar turut mencetak rekor dengan nilai Rp 16.512 triliun. Selama sepekan 12–15 Januari 2026, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 3,87 persen menjadi Rp 32,68 triliun, sementara investor asing membukukan beli bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis (15/1/2026).
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai penguatan IHSG sejalan dengan keyakinan dunia usaha terhadap arah kebijakan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
“Itu menandakan kepercayaan. Apalagi, kepercayaan ini juga didasarkan pada pertumbuhan perdagangan yang terus berlanjut hingga kuartal ketiga dan keempat tahun lalu,” kata Anindya dalam forum Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, dikutip pada Sabtu (17/1/2026).
Ia menyampaikan, Kadin menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4–5,5 persen dengan mengedepankan prinsip pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment. Menurut Anindya, optimisme pelaku pasar tidak lepas dari persepsi stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga dibandingkan kondisi global.
“Kali ini kita bicara data. Ini adalah cikal bakal Kadin Trust Index. Kita mulai dengan pendataan dari industri, konsumen, hingga vendor untuk melihat bagaimana animo mereka dalam berusaha, baik di sektor produksi maupun jasa,” ujar Anindya.
Ia menambahkan, di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya sekitar 3 persen, Indonesia dinilai masih memiliki daya tarik bagi pelaku usaha dan investor. Hal itu tercermin dari pergerakan pasar saham yang terus mencetak rekor baru pada awal 2026.
Kadin menilai keberlanjutan kepercayaan pasar perlu dijaga melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi rakyat, serta kepastian kebijakan yang mendukung iklim usaha agar momentum penguatan IHSG tidak bersifat jangka pendek.

3 hours ago
1















































