Impian Haji Warga Gaza Kembali Pupus akibat Blokade Israel Tiga Tahun Berturut-turut

2 hours ago 2

Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hanan al-Hams termasuk di antara 3.000 warga Palestina dari Gaza yang dijadwalkan melaksanakan ibadah haji ke Makkah pada 2024. Namun, impian seumur hidupnya untuk menunaikan ibadah haji, salah satu dari lima rukun Islam, hancur akibat perang Israel di Gaza yang dilancarkan pada 7 Oktober 2023.

“Saya kehilangan putra saya, rumah saya hancur, dan sekarang saya kehilangan kesempatan untuk melakukan perjalanan yang telah saya nantikan selama beberapa dekade,” kata al-Hams (65 tahun), kepada Aljazirah, sambil duduk di dalam tenda darurat yang didirikan di atas reruntuhan rumahnya di Gaza utara, Ahad (24/5/2026).

Akses keluar masuk Gaza ditentukan oleh Israel bahkan sebelum genosida dimulai. Pembukaan sebagian penyeberangan Rafah pada Februari hanya mengizinkan perjalanan bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri.

Untuk keperluan perjalanan lainnya, termasuk ziarah, studi, dan pekerjaan, keluar dari wilayah tersebut hampir mustahil di tengah blokade darat, udara, dan laut yang diberlakukan Israel sejak 2007.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza masih mengungsi, tinggal di kamp tenda dan rumah-rumah yang hancur setelah pasukan Israel mengubah wilayah terkepung itu menjadi puing-puing. Sedikitnya 72.775 warga Palestina wafat selama genosida yang berlangsung dan memicu kecaman dunia internasional.

Gencatan senjata pada Oktober 2025 mengakhiri perang, tetapi Israel terus melanjutkan serangan militernya dan masih menduduki lebih dari 60 persen wilayah Gaza, melanggar kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |