Forum ini diharapkan mempererat hubungan dagang dan investasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menggelar Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026 di Ballroom Kempinski, Jakarta. Ini upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus pada 2026 ini.
Forum tersebut dihadiri Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Songu, Chairman Korean Chamber of Commerce and Industry, Lee Kang Hyun.
Selain itu ada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Untung Basuki, serta sejumlah perwakilan pelaku usaha dari Korea.
Dalam sesi keynote speech, Menteri Keuangan menyampaikan paparan mengenai tren perekonomian Indonesia dan langkah-langkah penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea.
Antara lain melalui penciptaan kepastian operasional, optimalisasi pemanfaatan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), serta kolaborasi pada sektor industri hilir dan industri masa depan.
Menkeu juga menyoroti kinerja perekonomian nasional yang tetap solid di tengah dinamika geopolitik global yang mulai mereda.
Pada sesi dialog perpajakan dan kepabeanan, Direktur Jenderal Pajak memaparkan perkembangan reformasi sistem administrasi perpajakan nasional.
Sementara Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis menyampaikan arah kebijakan kepabeanan dan cukai, termasuk dukungan terhadap kelancaran arus barang melalui skema Mitra Utama (MITA) dan Authorized Economic Operator (AEO), digitalisasi logistik, serta fasilitasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Forum ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Korea, sejalan dengan semangat kemitraan strategis yang telah disepakati kedua negara.

3 hours ago
3

















































