REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Investor ritel kini dapat memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menganalisis saham sebelum mengambil keputusan investasi. Teknologi tersebut membantu menyederhanakan data pasar yang kompleks menjadi ringkasan analisis yang lebih mudah dipahami.
Fitur tersebut dihadirkan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melalui AI Analytics dan Trade Flow. Teknologi ini dirancang sebagai asisten investasi yang mengolah jutaan data pasar, mulai dari laporan keuangan, pergerakan harga saham, hingga aktivitas investor asing.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, selama ini investor ritel kerap menghadapi berbagai informasi yang kompleks sehingga tidak mudah dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi.
“Mesin AI Decision Engine yang dulunya hanya kami sediakan khusus untuk institusi besar, kini kami hadirkan untuk investor ritel Indonesia. AI bertindak sebagai trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi keputusan investasi yang lebih tajam, presisi, dan objektif,” kata Moleonoto dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Melalui fitur AI Analytics, investor dapat memperoleh ringkasan kondisi suatu saham tanpa harus mempelajari laporan keuangan maupun berbagai indikator teknikal secara terpisah. Sistem AI menggabungkan data fundamental perusahaan, analisis teknikal, berita, serta kondisi pasar, lalu menyajikannya dalam kesimpulan seperti bullish, netral, atau bearish.
Sementara itu, fitur Trade Flow membantu investor memantau pergerakan dana di pasar, termasuk aktivitas investor asing dan pelaku besar (smart money). AI kemudian menerjemahkan informasi tersebut menjadi analisis yang lebih mudah dipahami sehingga investor dapat melihat arah pergerakan pasar.
Menurut Moleonoto, penggunaan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan membantu mempercepat proses analisis, mengurangi bias, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi.
“Artificial Intelligence seharusnya tidak hanya digunakan untuk melaporkan kondisi pasar. AI harus digunakan sebagai trading assistant untuk memperkuat keputusan, meningkatkan akurasi dan presisi, mengurangi bias, mempercepat analisis keuangan, serta memperkuat proteksi investasi,” ujarnya.
Saat ini, fitur AI Analytics dan Trade Flow dapat digunakan secara gratis oleh seluruh pengguna aplikasi IPOT selama masa pengenalan. Perseroan berharap teknologi tersebut dapat memperluas akses investor ritel terhadap analisis yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan investor institusi dan manajer investasi.

3 hours ago
4

















































