Instagram Luncurkan Fitur Notifikasi Pencarian Konten Berbahaya bagi Orangtua di Indonesia

4 hours ago 3
Instagram Luncurkan Fitur Notifikasi Pencarian Konten Berbahaya bagi Orangtua di Indonesia Notifikasi dari Instagram kepada orangtua saat remaja melakukan pencarian mengenai bunuh diri.(MI/HO)

INSTAGRAM resmi memperkenalkan fitur perlindungan terbaru bagi pengguna remaja di Indonesia. Melalui pembaruan pada fitur pengawasan orang tua, platform di bawah naungan Meta ini akan memberikan notifikasi otomatis kepada orangtua jika anak remaja mereka mencoba mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri secara berulang dalam waktu singkat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas sensitivitas isu kesehatan mental dan kekhawatiran orangtua terhadap aktivitas digital anak. Meskipun sebagian besar remaja tidak menggunakan Instagram untuk mencari konten berbahaya tersebut, fitur ini hadir sebagai jaring pengaman tambahan.

Jika sistem mendeteksi upaya pencarian istilah terlarang, Instagram akan memblokir hasil pencarian dan mengarahkan remaja ke panduan serta layanan bantuan profesional.

Mekanisme Kerja Notifikasi

Fitur ini dirancang untuk memberikan informasi yang relevan tanpa mengganggu privasi secara berlebihan. Notifikasi akan dikirimkan melalui berbagai kanal komunikasi agar orangtua dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Aspek Detail Fitur
Kanal Pengiriman Email, SMS, WhatsApp, dan Notifikasi In-App.
Pemicu Notifikasi Pencarian berulang istilah "bunuh diri", "menyakiti diri sendiri", atau frasa serupa dalam waktu singkat.
Konten Pesan Tampilan pesan penuh yang menjelaskan aktivitas pencarian dan akses ke panduan ahli.
Tindakan Sistem Memblokir hasil pencarian dan mengarahkan pengguna ke layanan bantuan lokal.

Keseimbangan Antara Keamanan dan Privasi

Dalam mengembangkan fitur ini, Instagram berkonsultasi dengan Suicide and Self-Harm Advisory Group untuk menentukan ambang batas pencarian yang tepat. Tujuannya adalah agar notifikasi yang dikirimkan tetap efektif dan bermanfaat, tanpa membanjiri orangtua dengan peringatan yang tidak perlu.

Pihak Instagram mengakui bahwa prinsip kehati-hatian menjadi prioritas utama.

"Orangtua mungkin akan sesekali menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak ada hal berisiko yang perlu dikhawatirkan. Namun, kami dan para ahli meyakini bahwa langkah ini adalah titik awal yang tepat," tulis Instagram dalam keterangannya.

Penguatan Kebijakan Konten

Selain fitur notifikasi, Instagram menegaskan kembali kebijakan ketatnya dalam melarang konten yang mempromosikan atau mengagungkan tindakan menyakiti diri sendiri.

Meskipun konten pengalaman pribadi terkait kesehatan mental masih diizinkan untuk dibagikan sebagai bentuk dukungan antarpengguna, konten tersebut tidak akan ditampilkan kepada akun remaja, sekalipun mereka mengikuti akun pengunggahnya.

Untuk pencarian yang berkaitan dengan kesehatan mental secara umum namun tidak mengarah pada tindakan berbahaya, Instagram tetap akan mengarahkan pengguna ke panduan layanan bantuan. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan layanan darurat jika terdeteksi adanya risiko tinggi seseorang akan melukai diri sendiri secara nyata.

Catatan: Fitur ini tersedia bagi orang tua dan remaja yang telah mengaktifkan fitur pengawasan (Supervision) di aplikasi Instagram.

(Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |